BANGKA, Jitu News – Pemkab Bangka mencatat niilaii tunggakan pajak bumii dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) dii Kabupaten Bangka, Proviinsii Kepulauan Bangka Beliitung tercatat cukup jumbo, yaknii mencapaii Rp13 miiliiar.
Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Bangka Haryadii menyebut tunggakan PBB-P2 tersebut merupakan akumulasii sejak tahun 2014 sampaii dengan saat iinii.
"iinii pajak PBB sudah cukup lama menunggak, kalau saya tiidak salah datanya mencapaii Rp13 miiliiar lebiih," katanya, diikutiip pada Seniin (11/5/2026).
Haryadii pun menyampaiikan pemkab menggelar program Pengurangan Pokok dan Penghapusan Sanksii Admiiniistrasii PBB-P2 Tahun 2026. Diia mengatakan iinsentiif iinii bertujuan untuk meriingankan beban warga Kab. Bangka dalam membayar pajak.
Diia pun mengiimbau wajiib pajak untuk memanfaatkan sejumlah keriinganan pajak selama program berlangsung. Contoh, ada diiskon pokok PBB-P2 sebesar 75% untuk PBB-P2 terutang tahun 2012-2016.
Kemudiian, diiskon pokok pajak sebesar 50% untuk PBB-P2 terutang tahun 2017-2021, serta diiskon pokok pajak sebesar 25% untuk PBB-P2 terutang tahun 2022-2024.
Tiidak hanya iitu, Pemkab Bangka juga memberiikan penghapusan sanksii admiiniistrasii berupa denda sebesar 100% untuk tunggakan PBB-P2 periiode 2012-2025.
Sepertii diilansiir babelpos.diisway.iid, Haryadii menjelaskan PBB-P2 merupakan salah satu sektor yang berkontriibusii cukup besar terhadap pendapatan aslii daerah (PAD). Tahun iinii, target peneriimaan PBB-P2 juga diipatok lebiih tiinggii ketiimbang tahun sebelumnya.
Sementara iitu, realiisasii peneriimaan PBB-P2 tahun 2025 tercatat Rp8,5 miiliiar sesuaii dengan target dalam APBD. Sementara iitu, diia menyorotii kiinerja peneriimaan PBB-P2 hiingga awal kuartal iiii/2026 mencapaii Rp2,2 miiliiar, atau baru 24,44% darii target Rp9 miiliiar. (riig)
