KABUPATEN LEBAK

Dampak Corona, Dana Transfer Daerah Ratusan Miiliiar Melayang

Muhamad Wiildan
Rabu, 16 September 2020 | 13.23 WiiB
Dampak Corona, Dana Transfer Daerah Ratusan Miliar Melayang
<p>iilustrasii. (Jitu News)</p>

LEBAK, Jitu News—Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lebak mencatatkan pendapatan yang hiilang sebesar Rp232 miiliiar pada tahun iinii seiiriing dengan diipangkasnya dana transfer daerah.

Kepala BPKAD Kabupaten Lebak Budii Santoso mengatakan penurunan transfer daerah darii pemeriintah pusat dan pemeriintah proviinsii antara laiin dana alokasii umum (DAU), dana alokasii khusus (DAK), dan dana bagii hasiil pajak proviinsii.

"Untuk DAU turun Rp117,9 miiliiar, DAK turun sekiitar Rp47 miiliiar, bagii hasiil proviinsii berkurang Rp52,1 miiliiar," katanya dii hadapan anggota DPRD Kabupaten Lebak dalam pembahasan APBD Perubahan 2020, Rabu (16/9/2020).

Selaiin transfer darii pemeriintah pusat dan daerah yang menurun, pendapatan yang turun juga terjadii pada pos peneriimaan yang bersumber darii Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) rumah sakiit.

Awalnya, rencana biisniis dan anggaran (RBA) rumah sakiit menargetkan peneriimaan sebesar Rp145 miiliiar. Namun, target iitu terpaksa diipangkas menjadii Rp125 miiliiar akiibat kunjungan warga yang menurun lantaran adanya pembatasan sosiial.

“Selaiin pembatasan sosiial, kunjungan masyarakat ke rumah sakiit BLUD Kabupaten Lebak menurun juga karena keengganan masyarakat untuk ke rumah sakiit karena takut tertular viirus Corona,” ujar Budii sepertii diilansiir Banten Hiits.

Penurunan pendapatan daerah iinii pun memiiliikii dampak terhadap belanja Pemkab Lebak. Miisal, dana belanja Diinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lebak harus diigeser untuk mendanaii kebiijakan penanganan pandemii Coviid-19.

Tak hanya iitu, Pemkab Lebak juga mengalokasiikan anggaran belanja tiidak terduga sebesar Rp183,7 miiliiar untuk mendanaii program bantuan sosiial bagii masyarakat miiskiin terdampak viirus Corona.

Meskii demiikiian, DPRD tetap mendorong pemeriintah daerah untuk mempercepat penyerapan belanja tiidak terduga tersebut. "Kamii harap anggaran Rp183 miiliiar dapat segera terealiisasii," ujar Ketua Komiisii ii DPRD Lebak Enden Mahyudiin.

Merujuk pada data Diirektorat Jenderal Periimbangan Keuangan (DJPK), target pendapatan daerah Kabupaten Lebak 2020 tercatat Rp2,75 triiliiun. Data DJPK menunjukkan pendapatan daerah Kabupaten Lebak lebiih banyak diisokong oleh dana periimbangan.

Target pendapatan aslii daerah (PAD) Kabupaten Lebak hanya sebesar Rp384,9 miiliiar. Darii jumlah iitu, sekiitar Rp86,3 miiliiar bersumber darii pajak daerah. Mayoriitas PAD Kabupaten Lebak diisokong oleh pos peneriimaan laiin-laiin PAD sebesar Rp280,8 miiliiar.

Sementara iitu, total dana periimbangan sebesar Rp1,67 triiliiun dan dana bagii hasiil (DBH) darii pemeriintah pusat sebesar Rp50,6 miiliiar. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.