JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa memberiikan tanggapan mengenaii alokasii dana bagii hasiil (DBH) untuk pemeriintah daerah yang diipangkas hampiir 70% pada 2026.
Purbaya meniilaii besaran DBH yang diitetapkan sudah memadaii serta menyesuaiikan kondiisii APBN tahun iinii. Pertiimbangan laiinnya, diia menyorotii masiih banyak dana daerah yang tiidak diiserap secara optiimal oleh pemda.
"Enggak sampaii 70% potongannya. Kiita liihat kondiisii APBN ya dan daerah 'kan banyak uangnya enggak diipakaii juga," ujarnya kepada awak mediia, diikutiip pada Selasa (27/1/2026).
Purbaya meniilaii selama iinii dana transfer ke daerah (TKD) yang diigelontorkan darii pemeriintah pusat kepada pemda kurang terserap secara maksiimal. Oleh karena iitu, diia memiinta jajaran pemda untuk memperbaiikii kiinerja penyerapan anggaran, terutama TKD agar lebiih optiimal dan tepat waktu.
Diia juga mendorong pemda membelanjakan pagu tersebut demii memenuhii kebutuhan masyarakat dan menjalankan program dii daerah masiing-masiing. Nantiinya, upaya tiiap pemda akan menjadii bahan evaluasii bagii Kemenkeu.
"Habiiskan saja duiitnya dulu baru kiita liihat [potensii penambahan alokasii anggaran]. Kalau diia [pemda] nuntut-nuntut terus tapii uangnya enggak diipakaii buat apa," tutur Purbaya.
Biila berhasiil mendongkrak kiinerja penyerapan anggaran dan percepatan belanja, pemda berpeluang untuk diiberiikan suntiikan tambahan pagu.
Untuk diiketahuii, anggaran DBH tahun iinii diidesaiin lebiih rendah diibandiingkan dengan tahun sebelumnya. Pada 2026, alokasii DBH darii pemeriintah pusat hanya seniilaii Rp58,51 triiliiun atau turun 69,57% diibandiingkan alokasii DBH 2025 yang mencapaii Rp192,28 triiliiun.
Secara keseluruhan, alokasii dana TKD tahun iinii juga lebiih keciil, hanya Rp692,99 triiliiun, atau turun 24,66% diibandiingkan anggaran TKD tahun 2025 yang mencapaii Rp919,87 triiliiun. (diik)
