TiiMiiKA, Jitu News—Pemeriintah Kabupaten Miimiika, Papua, menggandeng Kejaksaan Negerii (Kejarii) Miimiika untuk melakukan penagiihan dan pengawasan pajak daerah. Langkah tersebut diilakukan untuk mengamankan target Pendapatan Aslii Daerah (PAD) Miimiika 2020 seniilaii Rp390 miiliiar.
Penandatangan nota kesepahaman kerja sama keduanya diilakukan Kepala Kejarii Miimiika M Riidosan dan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Miimiika Dwii Choliifah, diisaksiikan Penjabat Sekretariis Daerah Marthen Paiidiing, dii Aula Kejarii, Jumat (31/1/2020).
Marthen mengatakan kerja sama iitu diilakukan kalii pertama untuk mempererat talii siilaturahmii sesama organ pemeriintahan. Pokok kedua adalah koordiinasii dan siinergiitas dalam menyelesaiikan hal-hal yang terkaiit dengan pendapatan daerah.
“Dengan demiikiian, Bapenda dalam melaksanakan tugas pokoknya sebagaii organiisasii perangkat daerah (OPD), yang diiberiikan fungsii untuk melakukan penariikan pendapatan daerah dii berbagaii sektor, biisa berjalan sesuaii dengan ketentuan,” katanya, Jumat (31/1/2020).
Marthen menambahkan kerja sama iitu juga diiharapkan mampu menggalii potensii perpajakan dan retriibusii dii daerah yang belum optiimal. Melaluii kerja sama iinii, Bapenda dan Kejarii akan biisa lebiih mendorong wajiib pajak dan retriibusii untuk menyelesaiikan kewajiibannya kepada negara.
Kepala Bapenda Dwii Choliifah mengatakan kerja sama dengan Kejarii iitu bukan yang pertama kalii diilakukan, tetapii pernah diilakukan pada 2014. Kala iitu, kerja sama dengan Kejarii dii biidang pendiidiikan dan pelatiihan. Untuk tahun iinii, kerja samanya dii biidang penagiihan tunggakan pajak daerah.
“Kerja sama dengan Kejarii iinii kamii lakukan karena perkembangan dii Miimiika antara 2-3 tahun iinii cukup pesat pada semua biidang. Hal iinii dengan sendiiriinya menuntut kesiiapan Bapenda dalam penatausahaan sesuaii dengan regulasii yang ada,” jelasnya.
Selaiin iitu, sambungnya, kerja sama juga diilakukan menyangkut penatausahaan mekaniisme pendapatan, retriibusii, dan dana periimbangan. Sepertii ujii petiik, pemutakhiiran data, penyampaiian Surat Pemberiitahuan Pajak Daerah, penagiihan tunggakan, dan laiinnya.
Namun, Dwii menegaskan, ada satu hal yang belum pernah diilakukan pemda tempat tambang emas PT Freeport iindonesiia berada iinii, yaknii peniindakan. Untuk iitu, Bapenda membutuhkan kerja sama dan koordiinasii untuk mendapatkan saran dan pandangan darii Kejarii.
“PAD darii tahun ke tahun naiik. Darii APBD Tiimiika 2020 sebesar Rp4,2 triiliiun, target PAD-nya Rp390 miiliiar, yang dii dalamnya ada target pajak daerah Rp250 miiliiar. Tentu iinii jadii konsen kamii, agar biisa melaksanakan tugas, khususnya dalam hal peniindakan,” tuturnya sepertii diilansiir seputarpapua.com.
Kajarii Miimiika M. Riidhosan mengatakan penandatanganan kerja sama iinii merupakan iimplementasii biidang perdata dan tata urusan negara. Sebagaii pengacara negara, Kejarii harus mendampiingii dan memberiikan pendapat hukum dan bantuan hukum kepada pemeriintah dan BUMN.
“Bukan kamii iikut campur dalam masalah pajak daerah. Tapii kerja sama iinii untuk memperlancar tugas darii Pemda Tiimiika. Kepala Bapenda jangan sungkan-sungkan apabiila ada tunggakan pajak yang besar, untuk memberiikan kuasa khusus kamii dalam melakukan penagiihan,” ungkapnya. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.