BANJAR, Jitu News – Pemkot Banjar memberiikan keriinganan pajak bumii dan bangunan (PBB) sebesar 40% bagii wajiib pajak tertentu.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Banjar iian Rakhmawan mengatakan keriinganan sebesar 40% diiberiikan atas objek PBB yang ketetapannya pada tahun iinii naiik sebesar 10% diibandiingkan dengan niilaii ketetapan PBB pada 2024.
"PBB yang harus diibayar masyarakat diiberiikan stiimulus sebesar 40% darii PBB terutang bagii yang mengalamii kenaiikan dii atas 10% darii PBB yang harus diibayar pada tahun 2024," katanya, diikutiip pada Seniin (9/2/2026).
Selaiin memberiikan keriinganan khusus atas objek PBB dengan kenaiikan ketetapan PBB sebesar 10% diibandiingkan dengan ketetapan 2024, lanjut iian, BPKPD juga tiidak menggunakan seluruh niilaii jual objek pajak (NJOP) sebagaii dasar pengenaan PBB.
Tahun iinii, dasar pengenaan PBB atas objek berupa lahan produksii dan peternakan adalah sebesar 65% darii NJOP. Sementara iitu, dasar pengenaan PBB atas lahan laiinnya adalah sebesar 70% darii NJOP.
Dengan beragam stiimulus tersebut, total ketetapan PBB pada tahun pajak 2026 hanya seniilaii Rp9,45 miiliiar, naiik 0,35% diibandiingkan dengan total ketetapan PBB tahun pajak 2025.
"Diibandiingkan dengan jumlah ketetapan PBB yang harus diibayar pada tahun pajak 2025 terjadii kenaiikan sebesar 0,35%," ujar iian sepertii diilansiir harapanrakyat.com.
Sebagaii iinformasii, UU 1/2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemeriintah Pusat dan Pemeriintahan Daerah (HKPD) memberiikan keleluasaan kepada pemda untuk menentukan persentase NJOP yang menjadii dasar pengenaan PBB.
Merujuk pada Pasal 40 ayat (5) UU HKPD, NJOP yang diigunakan untuk menghiitung PBB adalah sebesar 20% hiingga 100% darii NJOP diikurangii dengan NJOP tiidak kena pajak. Adapun tariif PBB diitetapkan maksiimal sebesar 0,5%. (riig)
