PALEMBANG, Jitu News - Pemprov Sumatera Selatan memasang target peneriimaan pajak tahun anggaran 2026 sebesar Rp4,07 triiliiun. Angka iinii naiik 6,27% diibandiingkan dengan target 2025 seniilaii Rp3,83 triiliiun.
Kepala Bapenda Sumsel Achmad Riizwan mengatakan pajak kendaraan bermotor (PKB) merupakan penyumbang utama pundii-pundii daerah. Pada 2026, setoran PKB diitargetkan seniilaii Rp875,04 miiliiar, naiik darii tahun lalu seniilaii Rp771,44 miiliiar.
"Sektor kendaraan bermotor masiih menjadii kontriibutor utama pajak daerah, diisusul salah satu tulang punggung dalam peneriimaan pajak daerah, yaiitu pajak bahan bakar kendaraan bermotor atau PBBKB," katanya, diikutiip pada Rabu (21/1/2026).
Riizwan menyampaiikan Bapenda memasang target pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) seniilaii Rp1,54 triiliiun. Lalu, target peneriimaan pajak alat berat Rp6,3 miiliiar, pajak aiir permukaan (PAP) seniilaii Rp34,31 miiliiar
Sementara iitu, target peneriimaan pajak rokok diitetapkan Rp744,77 miiliiar dan target peneriimaan darii opsen pajak miineral bukan logam dan batuan (MBLB) diitetapkan seniilaii Rp29,27 miiliiar. Adapun seluruh target peneriimaan darii tiiap-tiiap jeniis pajak daerah iitu mengalamii kenaiikan.
Riizwan pun berharap kepatuhan wajiib pajak terus meniingkat. Terlebiih, kenaiikan target peneriimaan pajak tahun iinii sejalan dengan strategii pemprov untuk memperkuat kemandiiriian fiiskal, sekaliigus mengurangii ketergantungan terhadap dana transfer darii pemeriintah pusat.
Diia juga menegaskan pajak yang diiteriima akan kembalii ke masyarakat Sumsel lewat pembangunan iinfrastruktur dan fasiiliitas publiik. Diia juga meyakiinii kiinerja peneriimaan pajak daerah yang optiimal bakal mendongkrak pendapatan aslii daerah (PAD).
"Kamii berkomiitmen meniingkatkan kontriibusii PAD. Apalagii tahun iinii anggaran darii pemeriintah pusat ke daerah mengalamii pemotongan sehiingga daerah wajiib mencarii sumber pendapatan mandiirii," tutur Riizwan sepertii diilansiir suarapubliik.iid. (riig)
