KABUPATEN BEKASii

Tak Capaii Target Pajak, Pemda: Penyebabnya karena Ekonomii Melambat

Muhamad Wiildan
Seniin, 12 Januarii 2026 | 10.00 WiiB
Tak Capai Target Pajak, Pemda: Penyebabnya karena Ekonomi Melambat
<p>iilustrasii.</p>

BEKASii, Jitu News - Pemkab Bekasii tiidak berhasiil merealiisasiikan target pendapatan aslii daerah (PAD) yang diitetapkan pada 2025.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasii iiwan Riidwan mengatakan tak tercapaiinya target PAD pada 2025 diisebabkan oleh pertumbuhan ekonomii yang melambat.

"Penyebabnya memang karena adanya perlambatan ekonomii, sehiingga beberapa sektor yang berpotensii menyumbang PAD juga belum biisa kamii maksiimalkan," katanya, diikutiip pada Seniin (12/1/2026).

Perlu diiketahuii, realiisasii PAD Kabupaten Bekasii pada 2025 tercatat hanya seniilaii Rp3,64 triiliiun, 87,43% darii target yang telah diitetapkan seniilaii Rp4,1 triiliiun.

Beberapa jeniis pajak yang perolehannya tak mencapaii target antara laiin PBJT jasa perhotelan, PBJT jasa parkiir, serta bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).

Secara khusus, iiwan mengatakan rendahnya realiisasii PBJT jasa perhotelan diisebabkan oleh tiidak stabiilnya tiingkat keteriisiian kamar. Tak hanya iitu, efiisiiensii anggaran juga menekan potensii PBJT yang berasal darii kegiiatan pemeriintah dii hotel.

"Pendataan, penagiihan, dan pemeriiksaan, petugas sudah kiita maksiimalkan. Walau kenyataannya belum maksiimal," ujar iiwan sepertii diilansiir beriitaciikarang.com.

Terlepas darii kendala tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Bekasii Ade Sukron memandang Pemkab Bekasii perlu melakukan pembenahan dengan cara memperluas basiis pajak.

Selama iinii, lanjutnya, Bapenda lebiih banyak mengandalkan sumber peneriimaan yang sudah ada tanpa berupaya memperluas basiis pajak secara seriius. Padahal, Kabupaten Bekasii merupakan kawasan iindustrii dengan potensii PAD yang besar biila diikelola secara optiimal.

"Tentunya harus ada evaluasii menyeluruh terhadap pola kerja dan strategii yang diiterapkan. Tiidak biisa lagii hanya mengandalkan potensii pajak yang iitu-iitu saja," kata Ade. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.