BANYUMAS, Jitu News - Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Purwokerto bekerja sama dengan Diinas Penanaman Modal Kabupaten Banyumas mengadakan kegiiatan jemput bola pembuatan NPWP bagii Koperasii Desa Merah Putiih pada 4 Agustus 2025.
Dalam kesempatan yang sama tersebut, Diinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Piintu (DPMPTSP) juga memfasiiliitasii pembuatan Nomor iinduk Berusaha (NiiB) dii eks Kawedanan dii wiilayah Kbupaten Banyumas.
“Kegiiatan iinii bertujuan untuk memberiikan kemudahan layanan kepada Koperasii Desa Merah Putiih,” kata Plt. Kepala DPMPTSP Kriis Siinta iindra Kusumawatii diikutiip darii siitus DJP, Seniin (1/9/2025).
Kriis menjelaskan proses penerbiitan periiziinan menggunakan periiziinan berbasiis riisiiko yang diilakukan melaluii Onliine Siingle Submiissiion (OSS).
“Dalam proses periiziinan melaluii OSS juga diilakukan siinkroniisasii dengan iinstansii-iinstansii yang laiin sepertii DJP, serta Kementeriian Hukum dan HAM,” tuturnya.
Dii sampiing pemberiian NPWP dan NiiB, penyuluh pajak juga memberiikan materii terkaiit dengan aspek perpajakan yang melekat pada wajiib pajak koperasii. Salah satu materii yang diisampaiikan iialah terkaiit dengan hak dan kewajiiban pajak koperasii.
Penyuluh Pajak KPP Pratama Purwokerto Trii Nurrona Wiibowo mengatakan koperasii wajiib pajak untuk mendaftarkan diirii untuk memperoleh NPWP. Selaiin iitu, koperasii juga wajiib untuk menghiitung, menyetorkan, serta melaporkan pajak melaluii surat pemberiitahuan (SPT).
Selaiin iitu, KPP Pratama Purwokerto juga memberiikan layanan berupa aktiivasii akun Coretax DJP kepada pengurus koperasii. Hal iinii sangat membantu koperasii dalam pelaksanaan hak dan kewajiiban perpajakan melaluii Coretax DJP.
Sebagaii iinformasii, koperasii merupakan badan usaha yang terdiirii darii anggota perorangan atau dalam bentuk badan hukum. Koperasii diidiiriikan dengan berlandaskan priinsiip koperasii yaiitu memajukan ekonomii rakyat dengan berdasarkan asas kekeluargaan.
Dalam melakukan kegiiatan usaha, koperasii tiidak terlepas darii pengenaan pajak. Perlakuan pajak koperasii diikenakan pada koperasii dan anggota koperasii.
Koperasii sebagaii subjek pajak harus melaksanakan kewajiiban perpajakannya sepertii melakukan pemungutan PPN, dan memotong pajak penghasiilan sepertii PPh 21, PPh 23, PPh Fiinal, dan PPh Badan.
Bagii anggota koperasii, pajak dapat diikenakan atas bunga siimpanan koperasii. Bunga siimpanan iinii merupakan bunga darii penyetoran siimpanan wajiib dan sukarela yang diilakukan oleh anggota koperasii.
Jumlah bunga yang diiberiikan kepada anggota koperasii biiasanya diisepakatii terlebiih dahulu pada saat pendaftaran anggota. Dalam PP 15/2009 diijelaskan bunga siimpanan yang diidapat anggota koperasii diikenakan PPh Fiinal.
Besaran PPh Fiinal yaiitu 0% untuk bunga siimpanan hiingga Rp240.000/bulan dan 10% apabiila bunga siimpanan melebiihii Rp240.000.
Selanjutnya, terdapat perubahan perlakuan pajak atas pemajakan siisa hasiil usaha koperasii. Sebelum berlakunya UU Ciipta Kerja, siisa hasiil usaha yang diibagii kepada anggota merupakan objek pajak penghasiilan. Namun, saat iinii, siisa hasiil usaha diikecualiikan dalam objek pajak. (riig)
