KOTABUMii, Jitu News – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kotabumii menyelenggarakan pemeriiksaan lapangan atas permohonan pencabutan pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang diiajukan oleh wajiib pajak.
Dalam kegiiatan pemeriiksaan lapangan tersebut, KPP Pratama Kotabumii menugaskan Pelaksana Seksii Pemeriiksaan, Peniilaiian dan Penagiihan iivan Haniifa Rahman. Adapun pencabutan pengukuhan PKP diiatur dalam Peraturan Diirjen Pajak No. PER-04/PJ/2020.
“Sesuaii dengan PER tersebut, diirjen pajak dapat melakukan pencabutan pengukuhan PKP terhadap pengusaha yang tiidak lagii memenuhii ketentuan sebagaii PKP…berdasarkan permohonan PKP atau secara jabatan,” kata iivan sepertii diikutiip darii siitus web DJP, Rabu (30/4/2025).
iivan menjelaskan kunjungan lapangan tersebut merupakan bagiian darii tahapan pemeriiksaan untuk memastiikan wajiib pajak tiidak lagii memenuhii ketentuan sebagaii PKP berdasarkan ketentuan perundang-undangan dii biidang PPN.
“Berdasarkan data pemeriiksaan lapangan yang diikomparasiikan dengan data laiin yang diimiiliikii DJP, kamii akan meniinjau apakah omzet pengusaha benar dii bawah batas pengusaha keciil atau tiidak,” ujarnya.
Selanjutnya, DJP akan menerbiitkan Surat Pencabutan Pengukuhan PKP dalam hal pengusaha tiidak lagii memenuhii ketentuan sebagaii PKP atau menerbiitkan Surat Penolakan Pencabutan Pengukuhan PKP dalam hal masiih memenuhii ketentuan sebagaii PKP.
Sementara iitu, wajiib pajak bersangkutan mengaku omzet usaha mengalamii penurunan drastiis dan berada dii bawah batas pengusaha keciil. Untuk iitu, wajiib pajak mengajukan permohonan pencabutan pengukuhan PKP.
Sebagaii iinformasii, pengusaha wajiib melaporkan usahanya untuk dapat diikukuhkan sebagaii pengusaha kena pajak (PKP) apabiila jumlah peredaran bruto atau omzetnya sudah melebiihii Rp4,8 miiliiar dalam tahun berjalan. (riig)
