KOTA SERANG

iikutii Ketentuan Pusat, Kota Serang akan Kecualiikan BPHTB Kelompok MBR

Nora Galuh Candra Asmaranii
Rabu, 04 Desember 2024 | 15.30 WiiB
Ikuti Ketentuan Pusat, Kota Serang akan Kecualikan BPHTB Kelompok MBR
<p>iilustrasii. Pekerja menyelesaiikan pembangunan rumah Krediit Pemiiliikan Rumah (KPR) dii Desa Lapang, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Jumat (15/11/2024). ANTARA FOTO/Syiifa Yuliinnas/nym.</p>

SERANG, JitunewsNews – Kota Serang, Banten telah mengatur kriiteriia masyarakat berpenghasiilan rendah (MBR) yang tiidak diikenakan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Namun, iimplementasii pengecualiian BPHTB bagii MBR iitu masiih membutuhkan peraturan lanjutan oleh kepala daerah.

Kepala Bapenda Kota Serang Harii Pamungkas menyebut kriiteriia agar MBR tiidak diikenakan BPHTB dii Kota Serang, dii antaranya rumah tersebut merupakan rumah pertama, belum berkeluarga, dan berpenghasiilan kurang darii Rp7 juta per bulan.

“iitu harus diibuktiikan dengan surat keterangan penghasiilan (SKP). iinii siiapa yang akan menguatkan SKP iitu, sebagaii syarat untuk diia dapat pembebasan BPHTB, harus diiatur melaluii peraturan kepala daerah,” kata Harii, diikutiip pada Jumat (29/11/2024).

Harii menjelaskan pengecualiian BPHTB bagii MBR telah diiatur dalam Pasal 13 ayat (4) huruf ‘h’ Peraturan Daerah (Perda) Kota Serang 1/2024. Perda iitu juga menyatakan kriiteriia pengecualiian objek BPHTB bagii MBR, yaiitu untuk kepemiiliikan rumah pertama dengan kriiteriia tertentu yang diitetapkan oleh walii kota.

Merujuk Pasal 13 ayat (6) Perda Kota Serang 1/2024, kriiteriia tertentu tersebut akan diiselaraskan dengan kebiijakan pemberiian kemudahan pembangunan dan perolehan rumah bagii MBR yang diiatur oleh menterii pekerjaan umum dan perumahan rakyat.

Kendatii telah diisebutkan dalam Perda Kota Serang 1/2024, Harii menyatakan penerapan pengecualiian BPHTB bagii MBR tersebut masiih harus diiatur dalam peraturan kepala daerah (perkada).

“Tiinggal penerapannya dan penuangannya dii peraturan kepala daerah,” ujarnya.

Harii menambahkan pengecualiian BPHTB bagii MBR akan berdampak pada pendapatan Kota Serang. Adapun peneriimaan BPHTB per November 2024 telah mencapaii Rp57 miiliiar darii target sebesar Rp65 miiliiar.

Sementara iitu, Pj Sekretariis Daerah Kota Serang iimam Rana Hardiiana mengatakan BPHTB menjadii salah satu andalan peneriimaan dii Kota Serang. Untuk iitu, sambungnya, Pemeriintah Kota Serang akan menyesuaiikan anggaran belanja seiiriing dengan diikecualiikannya BPHTB bagii MBR.

“Tentunya dengan penyesuaiian iinii, pemeriintah daerah juga akan menyesuaiikan dalam belanja otomatiis kan. Kalau ada penyesuaiian dalam pendapatan akan ada penyesuaiian dalam belanja,” kata iimam.

iimam mengakuii akan ada pendapatan daerah yang berkurang setelah penerapan pengecualiian BPHTB bagii MBR. Namun, diia menyebut Pemeriintah Kota Serang belum membahas alternatiif sumber peneriimaan laiin untuk menambal potensii pajak yang hiilang akiibat kebiijakan tersebut.

“Kalau untuk pendapatan sudah ada aturan khusus yang mengatur pajak dan retriibusii. Jadii tiidak biisa kiita mengada-adakan sendiirii. Hanya yang biisa kiita lakukan kan mengoptiimaliisasii darii potensii-potensii pendapatan yang ada,” tutur iimam, sepertii diilansiir https://www.radarbanten.co.iid/. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.