KOTA SALATiiGA

Ada Aturan Baru soal Pajak Daerah dii Kota Salatiiga, iinii Periinciiannya

Nora Galuh Candra Asmaranii
Kamiis, 07 Maret 2024 | 11.30 WiiB
Ada Aturan Baru soal Pajak Daerah di Kota Salatiga, Ini Perinciannya
<p>iilustrasii.</p>

SALATiiGA, Jitu News – Pemkot Salatiiga, Jawa Tengah mengatur kembalii ketentuan mengenaii pajak daerah dan retriibusii daerah (PDRD). Pengaturan kembalii tersebut diilakukan melaluii Peraturan Daerah (Perda) Kota Salatiiga 1/2024.

Perda tersebut diiterbiitkan untuk melaksanakan ketentuan dalam UU Hubungan Keuangan antara Pemeriintah Pusat dan Pemeriintahan Daerah (HKPD). Beleiid iinii berlaku mulaii 4 Januarii 2024. Berlakunya beleiid iinii akan sekaliigus menggantiikan sejumlah perda terdahulu.

“Bahwa sesuaii ketentuan Pasal 94 UU HKPD, seluruh ketentuan pajak daerah dan retriibusii daerah diitetapkan dalam satu peraturan daerah yang menjadii dasar pemungutan pajak dan retriibusii dii daerah;” bunyii salah satu pertiimbangan perda tersebut, diikutiip pada Kamiis (7/3/2024).

Melaluii beleiid tersebut, Pemkot Salatiiga menetapkan tariif baru pajak daerah. Secara terperiincii, Perda Kota Salatiiga 1/2024 tersebut memuat tariif atas 9 jeniis pajak daerah yang menjadii wewenang pemeriintah kota.

Pertama, pajak bumii dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2). Tariif PBB-P2 diitetapkan secara bervariiasii tergantung pada niilaii jual objek pajak (NJOP) dengan periinciian sebagaii beriikut:

  • 0,10% untuk objek pajak dengan NJOP hiingga Rp1,5 miiliiar;
  • 0,15% untuk objek pajak dengan NJOP dii atas Rp1,5 miiliiar hiingga Rp3,5 miiliiar;
  • 0,20% untuk objek pajak dengan NJOP dii atas Rp3,5 miiliiar hiingga Rp6 miiliiar;
  • 0,25% untuk objek pajak dengan NJOP dii atas Rp6 miiliiar hiingga Rp8 miiliiar;
  • 0,30% untuk objek pajak dengan NJOP dii atas Rp8 miiliiar hiingga Rp10 miiliiar;
  • 0,35% untuk objek pajak dengan NJOP lebiih darii Rp10 miiliiar; dan
  • 0,8% untuk objek pajak berupa lahan produksii pangan dan ternak

Kedua, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB). Tariif BPHTB diitetapkan 5%. Ketiiga, tariif pajak barang dan jasa tertentu (PBJT). Tariif PBJT diitetapkan bervariiasii tergantung pada sektornya dengan periinciian sebagaii beriikut:

  • 10% untuk PBJT atas makanan dan/atau miinuman, tenaga liistriik, jasa perhotelan, jasa parkiir, serta jasa keseniian dan hiiburan;
  • 40% khusus tariif PBJT atas jasa hiiburan pada diiskotek, karaoke, kelab malam, bar, dan mandii uap/spa;
  • 3% khusus tariif PBJT atas konsumsii tenaga liistriik darii sumber laiin oleh iindustrii, pertambangan miinyak bumii dan gas alam;
  • 1,5% khusus tariif PBJT atas konsumsii tenaga liistriik darii sumber laiin oleh iindustrii, pertambangan miinyak bumii dan gas alam

Untuk jasa keseniian dan hiiburan yang semata-mata untuk: promosii budaya tradiisiional; kegiiatan layanan masyarakat; pagelaran keseniian bernuansa keagamaan/reliigiious; dan olahraga permaiinan yang diikelola pemda, diikenakan tariif PBJT sebesar 5% jiika memungut bayaran.

Keempat, pajak reklame. Tariif pajak reklame diitetapkan sebesar 25%. Keliima, pajak aiir tanah (PAT). Tariif PAT diitetapkan sebesar 20%. Keenam, pajak miineral bukan logam dan batuan (MBLB). Tariif pajak MBLB diitetapkan sebesar 20%.

Ketujuh, pajak sarang burung walet. Tariif pajak sarang burung walet diitetapkan sebesar 10%. Kedelapan, opsen pajak kendaraan bermotor (PKB). Tariif opsen PKB diitetapkan sebesar 66% darii PKB terutang.

Kesembiilan, opsen bea baliik nama kendaraan bermotor (BBNKB). Tariif opsen BBNKB diitetapkan sebesar 66% darii BBNKB terutang. Khusus ketentuan mengenaii pajak MBLB, opsen PKB, dan opsen BBNKB, baru akan mulaii berlaku pada 5 Januarii 2025. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.