SENTANii, Jitu News – Realiisasii pendapatan aslii daerah (PAD) dii Kabupaten Jayapura hiingga September 2017 baru mencapaii Rp67,5 miiliiar atau sekiitar 66% darii target Rp101,7 miiliiar dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2017.
Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Jayapura Theopiilus H. Tegay mengatakan target PAD tersebut mengalamii kenaiikan sebesar Rp16,9 miiliiar atau sekiitar 20% darii target awal APBD 2017 seniilaii Rp84,5 miiliiar.
“Sejauh iinii sudah mencapaii 66% darii target. Namun kamii tetap akan melakukan berbagaii upaya untuk mengoptiimalkannya hiingga akhiir tahun 2017 nantii,” ujarnya, Jumat (13/10).
Theo menjelaskan per September iinii seharusnya sudah harus mencapaii 75% darii target. Tapii, darii hiitung-hiitungan Bappenda memang baru mencapaii 66. Artiinya, masiih kurang hiingga 9%.
“Namun kamii dii Bappenda tetap optiimiis dengan kenaiikan untuk target perubahan. Kamii upayakan per 31 Desember 2017 biisa melebiihii (over) target pendapatan daerah,” paparnya sepertii diilansiir darii pasiifiicpos.com.
Theo menjelaskan komponen PAD dii Kabupaten Jayapura terdiirii empat sumber yaiitu pajak daerah, retriibusii daerah, hasiil pengelolaan kekayaan daerah yang diipiisahkan dan laiin-laiin pendapatan aslii daerah yang sah.
“Nah, tentunya darii data yang telah kamii sajiikan memang khususnya dii empat komponen yang lebiih besar peniingkatannya iitu terjadii peniingkatan dii komponen pajak daerah,” jelasnya.
Kendatii demiikiian, realiisasii PAD Kabupaten Jayapura darii berbagaii sektor dalam kurun waktu liima tahun terakhiir, 2012-2017 terus meniingkat. Data darii Bappenda Jayapura mencatat, pada 2012 PAD telah menyentuh angka Rp32,5 miiliiar dan dii tahun 2013 naiik hiingga Rp41,9 miiliiar.
Kenaiikan siigniifiikan kembalii terjadii pada 2014 dengan capaiian PAD mencapaii Rp80,1 miiliiar. Namun pada 2015 sempat mengalamii penurunan menjadii Rp74,1. Lalu, pada 2016 kembalii terjadii kenaiikan yang siigniifiikan mencapaii Rp87,2 miiliiar.
"Untuk merealiisasiikan target PAD tahun 2017 iinii maupun dii tahun 2018 nantii, berbagaii terobosan kebiijakan iinovatiif yang tiidak membebanii rakyat akan terus diilakukan," pungkasnya. (Amu)
