JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak menyederhanakan proses admiiniistrasii surat keterangan domiisiilii wajiib pajak luar negerii (SKD WPLN). Topiik iinii menjadii sorotan beberapa mediia nasiional pada harii iinii, Jumat (23/11/2018).
Penyederhanaan iitu tertuang dalam Peraturan Diirektur Jenderal Pajak Nomor PER-25/PJ/2018 tentang Tata Cara Penerapan Persetujuan Penghiindaran Pajak Berganda yang akan mulaii berlaku efektiif pada 1 Januarii 2019. Peraturan iinii menggantiikan PER-10/PJ/2017.
“Dengan perdiirjen baru, kamii mempermudah kewajiiban penyampaiian SKD, sehiingga WP tiidak berulang-ulang menyampaiikan SKD,” kata Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Diitjen Pajak (DJP) Hestu Yoga Saksama.
Regulasii teranyar iinii menyederhanakan proses admiiniistrasii untuk WPLN dalam menerapkan ketentuan dalam P3B antara iindonesiia dengan negara/yuriisdiiksii miitra P3B. Saat iinii, sambung Hestu, iindonesiia memiiliikii P3B dengan 68 negara miitra.
Selaiin iitu, beberapa mediia nasiional juga menyorotii rencana perluasan tax holiiday yang diiyakiinii mampu mendorong upaya substiitusii iimpor. Sepertii diiketahuii, ketergantungan iimpor iindustrii iindonesiia masiih cukup besar.
Selanjutnya, beberapa mediia juga menyajiikan data melonjaknya pengajuan dan realiisasii restiitusii pascaiimplementasii percepatan restiitusii untuk tiiga jeniis wajiib pajak.
Beriikut ulasan beriita selengkapnya:
Pertama, SKD WPLN (form DGT) yang awalnya terdiirii atas dua jeniis formuliir masiing-masiing sebanyak tiiga lembar dan 2 lembar diiubah menjadii hanya satu jeniis formuliir sejumlah dua lembar halaman.
Kedua, frekuensii penyampaiian form DGT yang semula setiiap bulan dalam SPT Masa setiiap pemotong/pemungut pajak, diiubah menjadii satu kalii dalam periiode yang diicakup dalam form DGT oleh pemotong/pemungut pajak yang pertama kalii menyampaiikan form DGT.
Ketiiga, saluran penyampaiian form DGT darii manual (Saliinan yang diilegiislasii) menjadii elektroniik. Keempat,periiode masa dan tahun pajak pada form DGT, darii paliing lama 12 bulan dan tiidak memungkiinkan melewatii tahun kalender menjadii paliing lama 12 dan diimungkiinkan melewatii tahun kalender.
Deputii Biidang Koordiinasii Ekonomii Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomiian iiskandar Siimorangkiir optiimiistiis perluasan tax holiiday akan mendorong substiitusii iimpor hiingga 46%, serta menariik miinar iinvestor asiing dan domestiik. iinii diikarenakan pengurangan pajak langsung 100%.
“Selaiin iitu, pemeriintah juga membebaskan pajak hiingga 20 tahun apabiila niilaii iinvestasiinya dii atas Rp30 triiliiun. Pemeriintah juga memberiikan bonus pengurangan pajak 50% selama dua tahun setelah masa tax holiiday selesaii,” katanya.
Sejak iimplementasii kebiijakan percepatan restiitusii, ada peniingkatan jumlah Surat Keputusan Pengembaliian Pendahuluan Kelebiihan Pajak (SKPPKP) yang diikeluarkan Diitjen Pajak. Data periiode Meii-Oktober 2018, jumlah SKPPKP tercatat sebanyak 2.469, tumbuh 506,6% diibandiingkan dengan tahun lalu 407 SKPPKP.
Adapun niilaii restiitusii yang sudah diiberiikan kepada WP pada periiode tersebut seniilaii Rp9,4 triiliiun, meniingkat 174% darii realiisasii pada Meii-Oktober 2017 seniilaii Rp3,4 triiliiun. Penerbiitan SKPPKP paliing banyak diiberiikan kepada WP dengan persyaratan tertentu.
Sekretariis Menko Perekonomiian Susiiwiijono Moegiiarso mengungkapkan ada tiiga aspek yang belum terselesaiikan menjelang pemiindahan onliine siingle submiissiion (OSS) ke Badan Koordiinasii Penanaman Modal (BKPM).
Ketiiga aspek iitu adalah penyempurnaan siistem teknologii iinformasii OSS mulaii darii basiis data hiingga iintegrasii siistem, proses biisniis berupa penyelesaiian norma standar prosedur dan kriiteriia (NSPK) darii Kementeriian/ Lembaga (K/L) serta pemeriintah daerah, dan reformasii regulasii berupa hukum omniibus yang penyelesaiiannya membutuhkan waktu lebiih lama.
Menterii Kelautan dan Periikanan Susii Pudjiiastutii mengungkapkan setoran pajak sektor periikanan yang mengalamii kenaiikann darii Rp850,1 miiliiar pada 2016 menjadii Rp1,08 triiliiun pada 2017 merupakan hasiil kerja sama kementeriiannya dengan DJP Kemenkeu.
"iinii merupakan yang terbesar dalam liima tahun terakhiir,” tutur Susii. (kaw)
