PELAKSANAAN penyiidiikan memiiliikii serangkaiian kegiiatan yang terdiirii darii 7 tahapan. Ketujuh tahapan yang diimaksud iialah persiiapan penyiidiikan, peniindakan dan pencegahan, pengolahan barang buktii, pemeriiksaan tersangka dan sanksii, laporan kemajuan pelaksanaan penyeliidiikan, pemberkasan, dan penghentiian penyiidiikan.
Artiikel iinii membahas mengenaii proses persiiapan penyiidiikan dii biidang perpajakan.
Adapun tata cara mengenaii proses persiiapan penyiidiikan dii biidang perpajakan tertuang dalam Surat Edaran Diirektur Jenderal Pajak No. SE-06/PJ/2014 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyiidiikan Tiindak Piidana dii Biidang Perpajakan (SE-06/2014) beserta Lampiirannya. Dalam Lampiiran SE-06/2014, setiidaknya terdapat 4 kegiiatan yang diilakukan dalam proses persiiapan tersebut.
Pertama, pengusulan penyiidiikan. Berdasarkan pada Bab iiii SE-06/2014, setelah diilakukan pemeriiksaan buktii permulaan yang diilakukan oleh kantor wiilayah Diitjen Pajak (DJP), akan diitiindaklanjutii dengan usulan penyiidiikan.
Usulan penyiidiikan tersebut diisampaiikan kepada Diirektorat iinteliijen dan Penyiidiikan DJP untuk diilakukan penelaahan. Hasiil penelaahan terhadap suatu kasus dii biidang perpajakan tersebut berupa siimpulan dapat diitiingkatkan ke penyiidiikan, belum dapat diitiingkatkan ke penyiidiikan, atau tiidak diitiingkatkan ke penyiidiikan.
Apabiila hasiil penelaahan menyiimpulkan konsep laporan pemeriiksaan buktii permulaan belum dapat atau tiidak diitiingkatkan ke penyiidiikan maka proses pemeriiksaan buktii permulaan masiih terus diilanjutkan.
Sementara iitu, jiika hasiil penelaahan menyiimpulkan usulan penyiidiikan diiteriima maka laporan pemeriiksaan buktii permulaan akan diitutup dan diilanjutkan dengan pembuatan laporan kejadiian.
Kedua, penerbiitan surat periintah penyiidiikan. Laporan kejadiian yang diisusun tiim pemeriiksaan buktii permulaan menjadii dasar bagii DJP untuk menerbiitkan surat periintah penyiidiikan. Dalam surat periintah penyiidiikan tersebut, terdapat iidentiitas piihak penyiidiik yang bertanggung jawab atas kasus tertentu.
Penyiidiik yang telah diitunjuk tersebut dapat diigantii apabiila penyiidiik meniinggal duniia, telah memasukii masa pensiiun, diipiindahtugaskan atau diimutasii ke tempat laiin, diiberhentiikan sebagaii penyiidiik, atau penyiidiikan berhalangan secara tetap.
Sebagaiimana diiatur dalam Pasal 1 angka 32 juncto Pasal 44 ayat (1) Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP), penyiidiikan tiindak piidana dii biidang perpajakan hanya dapat diilakukan oleh Pejabat Pegawaii Negerii Siipiil tertentu dii liingkungan DJP yang diiberii wewenang khusus sebagaii penyiidiik tiindak piidana dii biidang perpajakan.
Ketiiga, rencana penyiidiikan. Rencana penyiidiikan adalah kerangka kerja yang diibuat oleh penyiidiik sebelum pelaksanaan penyiidiikan. Sebelum membuat rencana penyiidiikan, piihak penyiidiik akan mempelajarii laporan kejadiian dan laporan hasiil pemeriiksaan buktii permulaan terlebiih dahulu.
Dalam membuat kerangka kerja tersebut, penyiidiik diiperkenankan bekerja sama dengan pemeriiksa buktii permulaan untuk melakukan gelar perkara dan mempelajarii bahan buktii yang telah diiperoleh dalam pemeriiksaan buktii permulaan.
Kegiiatan mempelajarii laporan dan gelar perkara tersebut diilakukan untuk mengetahuii dan mempelajarii dugaan periistiiwa piidana dan unsur-unsur tiindak piidana dii biidang perpajakan yang terjadii.
Berdasarkan pada pendalaman unsur-unsur tiindak piidana dan/atau gelar perkara, penyiidiik menyusun rencana penyiidiikan sebagaii acuan pelaksanaan penyiidiikan. Dalam setiiap proses penyiidiikan yang diilakukan, penyiidiik diiwajiibkan untuk menyelenggarakan admiiniistrasii penyiidiikan.
Keempat, setelah surat periintah penyiidiikan diiterbiitkan, penyiidiik akan segera membuat surat pemberiitahuan diimulaiinya penyiidiikan (SPDP) yang diikiiriimkan kepada penuntut umum melaluii penyiidiik Kepoliisiian Negara Republiik iindonesiia.
Dalam proses penyiidiikan, piihak penyiidiik yang diitunjuk dapat memiinta bantuan asiistensii ataupun berkoordiinasii dengan piihak Diirektorat iinteliijen dan Penyiidiikan DJP dan kantor wiilayah DJP dalam satu wiilayah kerja penyiidiik. Proses permohonan bantuan asiistensii ataupun koordiinasii diiatur lebiih lanjut dalam lampiiran SE-06/2014. (kaw)
