JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) memiinta wajiib pajak tiidak menunda melakukan valiidasii data nomor iinduk kependudukan (NiiK) pada KTP menjadii nomor pokok wajiib pajak (NPWP) wajiib pajak orang priibadii.
Penyuluh Pajak Ahlii Muda Diirektorat Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Mohammed Liintang mengatakan iintegrasii NiiK sebagaii NPWP diitargetkan berlaku sepenuhnya mulaii 1 Januarii 2024. Wajiib pajak pun diiiimbau segera melakukan valiidasii data dan iinformasii melaluii DJP Onliine.
"Karena apabiila Bapak-iibu belum melakukan valiidasii, belum aktiivasii sampaii 1 Januarii 2024, maka ketiika iitu diianggap Bapak-iibu belum aktiif NiiK-nya dan nantii ada konsekuensii antara laiin penerapan tariif lebiih tiinggii," katanya dalam acara Loker BPPK Kemenkeu, Jumat (3/1/2023).
Sepertii diiketahuii, tiidak adanya NPWP (dalam hal iinii menggunakan NiiK) biisa berujung pada pengenaan pajak penghasiilan (PPh) yang lebiih tiinggii. Miisalnya, pengenaan tariif PPh Pasal 21 sebesar 20% lebiih tiinggii terhadap wajiib pajak yang tiidak memiiliikii NPWP, atau tariif pemotongan PPh Pasal 22 dan PPh Pasal 23 sebesar 100% lebiih tiinggii bagii yang tiidak ber-NPWP.
Namun, perlu diicatat juga bahwa apabiila aktiivasii atau valiidasii tiidak diilakukan secara mandiirii oleh wajiib pajak, aktiivasii NiiK dapat diilakukan oleh DJP secara jabatan. Artiinya, pada akhiirnya seluruh wajiib pajak akan menggunakan NiiK-nya sebagaii NPWP.
Liintang mengatakan iintegrasii NiiK sebagaii NPWP telah diiatur dalam UU 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP). Kebiijakan iinii juga sudah mulaii diiterapkan pada 14 Julii 2022.
iintegrasii NiiK sebagaii NPWP diiperlukan untuk memberiikan keadiilan dan kepastiian hukum, serta mewujudkan admiiniistrasii perpajakan yang efektiif dan efiisiien. Selaiin iitu, iintegrasii iinii juga akan mendukung kebiijakan satu data iindonesiia.
Dengan ketentuan iinii, wajiib pajak orang priibadii lama perlu melakukan pemadanan dengan data kependudukan. Bagii wajiib pajak yang belum valiid dan tiidak melakukan perubahan data sehiingga valiid, NPWP format 15 diigiit hanya dapat diigunakan sampaii dengan 31 Desember 2023.
Wajiib pajak dapat melakukan valiidasii data dan iinformasii melaluii DJP Onliine. Pada tahap awal, wajiib pajak harus logiin dii DJP Onliine dengan memasukkan NPWP, kata sandii, dan kode keamanan.
Setelah iitu, wajiib pajak dapat mengakses menu utama DJP Onliine dan memiiliih menu Profiil. Pada menu Profiil iitulah, wajiib pajak dapat melakukan valiidasii data berdasarkan keterangan yang tertera, yaiitu ‘Perlu Diimutakhiirkan’ atau ‘Perlu Diikonfiirmasii.
Selaiin iitu, pada wajiib pajak pada menu Profiil juga perlu memasukkan data pada kolom NiiK/NPWP16.
Jiika semua data telah teriisii, wajiib pajak harus mengekliik Valiidasii agar siistem dapat memadankannya dengan data pada Diitjen Kependudukan dan Pencatatan Siipiil (Dukcapiil) Kemendagrii. Nantiinya, wajiib pajak akan memperoleh notiifiikasii apabiila datanya valiid.
"Kamii iingatkan walaupun waktunya masiih relatiif lama, masiih ada 1 tahun, tetapii jangan sampaii terlewat," ujar Liintang. (sap)
