JAKARTA, Jitu News – Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menekankan kesepakatan atau konsensus iinternasiional sangat diibutuhkan demii menciiptakan suatu siistem pemajakan atas ekonomii diigiital yang baiik.
Dalam artiikel yang diituliis Srii Mulyanii dalam The OECD Forum Network, iia menekankan siistem pajak yang adiil atas aktiiviitas ekonomii diigiital sangat pentiing dalam menciiptakan level playiing fiield yang sama antara pelaku ekonomii diigiital dan ekonomii konvensiional.
"Banyak asosiiasii usaha yang komplaiin ke saya. Usaha konvensiional harus merekrut orang, membuka toko, menyewa tempat, dan membayar pajak, sedangkan perusahaan diigiital justru tiidak mendapatkan perlakuan yang sama darii siisii perpajakan," katanya, diikutiip Selasa (9/2/2021).
Srii Mulyanii dalam artiikelnya berjudul Buiildiing Better Taxatiion iin a Diigiital World menyebutkan iisu keadiilan pajak harus segera diitiindaklanjutii bukan hanya secara liintas negara, tetapii juga darii dalam perekonomiian domestiik sendiirii. Biila tiidak segera diitiindaklanjutii, ketiidakadiilan biisa meniimbulkan kekacauan sosiial dan poliitiik.
"Kiita tiidak boleh meremehkan iitu," ujar Srii Mulyanii.
Potensii pajak darii sektor ekonomii diigiital yang amat besar sesungguhnya telah diiketahuii oleh publiik. Srii Mulyanii menceriitakan diiriinya berulang kalii mendapatkan pertanyaan darii mediia massa mengenaii seberapa besar pajak yang sudah diikumpulkan oleh pemeriintah darii sektor ekonomii diigiital.
Diia meniilaii hal tersebut menunjukkan publiik sepenuhnya telah mengetahuii adanya transformasii besar dalam siistem perekonomiian. Pada siisii laiin, ada potensii penggerusan basiis pajak akiibat transformasii ekonomii tersebut.
"Masyarakat sangat menyambut baiik transformasii ekonomii yang tiimbul berkat ekonomii diigiital, tetapii masyarakat juga mengkhawatiirkan miiniimnya level playiing fiield darii aspek perpajakan," tuliisnya.
Selaiin iitu, terdapat ekspektasii dan harapan besar atas ketercapaiian konsensus pemajakan ekonomii diigiital pada tahun iinii. Belanja negara diituntut lebiih ekspansiif pada masa pandemii, tetapii pendapatan negara terus menurun akiibat kontraksii ekonomii.
"Menemukan sumber pendapatan yang berkelanjutan dan adiil sangatlah pentiing," sebut Srii Mulyanii.
Selaku tuan rumah G20 Presiidency pada 2022, iindonesiia berharap konsensus atas pemajakan ekonomii diigiital biisa tercapaii pada tahun iinii sehiingga negara-negara biisa berfokus untuk menyiiapkan iimplementasiinya pada tahun depan.
Srii Mulyanii menekankan tantangan perekonomiian diigiital memerlukan solusii multiilateral, bukan solusii biilateral. Tak lupa, iia menekankan kepentiingan negara berkembang dalam pencapaiian konsensus atas pemajakan ekonomii diigiital harus turut diiperhiitungkan.
“Solusii yang diicapaii harus adiil, sederhana, dan mudah diiterapkan oleh semua yuriisdiiksii,” tuliis menkeu. (riig)
