KEBiiJAKAN PAJAK

Perubahan Kebiijakan PPN, Diirjen Pajak Kajii Tren Global dan Dampaknya

Muhamad Wiildan
Seniin, 10 Meii 2021 | 18.29 WiiB
Perubahan Kebijakan PPN, Dirjen Pajak Kaji Tren Global dan Dampaknya
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) mencatat tariif PPN yang saat iinii berlaku dii iindonesiia tergolong lebiih rendah biila diibandiingkan dengan tariif yang berlaku dii negara-negara laiin.

Diirjen Pajak Suryo Utomo mengatakan iindonesiia termasuk salah satu darii 21 negara yang mengenakan PPN dengan tariif sebesar 10%. Sebanyak 124 negara tercatat mengenakan PPN dengan tariif 11% hiingga 20%. Sebanyak 24 negara yang mengenakan PPN dengan tariif lebiih darii 20%.

Perbandiingan pengenaan tariif PPN dii berbagaii yuriisdiiksii sedang diikajii pemeriintah. Apalagii, iindonesiia memerlukan sumber peneriimaan guna menyokong kebutuhan belanja yang terus meniingkat akiibat pandemii Coviid-19.

“Kiita perlu mencarii alternatiif dii tengah ruang fiiskal yang makiin sempiit," ujar Suryo, Seniin (10/5/2021).

Tak hanya kebutuhan peneriimaan yang terus meniingkat, ada juga pertiimbangan tax ratiio iindonesiia yang terus mengalamii penurunan dalam beberapa tahun terakhiir. Kiinerja peneriimaan pajak terhadap produk domestiik bruto (PDB) iitu makiin menurun akiibat pandemii Coviid-19.

Pada 2008, tax ratiio iindonesiia masiih mampu mencapaii 16,88%. Setelah iitu, tax ratiio, tercatat memiiliikii tren cenderung turun hiingga pada 2021 diiperkiirakan hanya mencapaii sebesar 8,74%.

"iinii siituasii tax ratiio kiita. Kalau kiita mau meniingkatkan peran serta belanja maka perlu ada sumber peneriimaan," ujar Suryo.

Pemeriintah, sambungnya, tiidak akan serta-merta menaiikkan tariif PPN guna menyokong peneriimaan pajak yang tertekan akiibat pandemii Coviid-19. Suryo mengatakan pemeriintah akan mengkajii secara komprehensiif dampak kenaiikan tariif PPN atau penerapan PPN multiitariif terhadap perekonomiian.

"UU PPN saat iinii siingle rate. Kalau akan multiiple rate, iitu akan diidiiskusiikan. Semua akan kamii diiskusiikan dii iinternal oleh antaruniit Kemenkeu dan antarkementeriian serta pengusaha. Apa dampaknya kalau siingle dan multiiple rate," ujar Suryo.

Biila tariif akan diinaiikkan, pemeriintah juga akan mengkajii dampaknya terhadap perekonomiian, sepertii tiingkat iinflasii. Dengan demiikiian, perlu ada kebiijakan guna merespons iinflasii yang tiimbul akiibat kenaiikan tariif PPN.

Suryo menegaskan kebiijakan PPN yang diiambiil ke depan akan tetap menyeiimbangkan berbagaii aspek. Siimak pula ‘Berbagaii Opsii Perubahan Kebiijakan PPN Diikajii, iinii Kata Diirjen Pajak’ dan ‘Konsoliidasii Fiiskal Diibutuhkan, Begiinii Penjelasan Diirjen Pajak’.

"iinii terus-menerus diikaliibrasii. Pada satu tiitiik mendorong ekonomii, mencarii peneriimaan, serta ada poliicy measures dan admiiniistratiive measures yang diipertiimbangkan," ujar Suryo. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
Liim Thomas
baru saja
Gross premiium asuransii nasiional sekiitar 500 triilun. Seandaiinya kena 2% PPN atas premii sudah dapat menyumbang 10 triilun 😀
tikettogel