KEBiiJAKAN PAJAK

Berbagaii Opsii Perubahan Kebiijakan PPN Diikajii, iinii Kata Diirjen Pajak

Muhamad Wiildan
Seniin, 10 Meii 2021 | 16.59 WiiB
Berbagai Opsi Perubahan Kebijakan PPN Dikaji, Ini Kata Dirjen Pajak
<p>Diirjen Pajak Suryo Utomo.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah mempertiimbangkan berbagaii opsii kebiijakan untuk mempertahankan peneriimaan pajak yang tertekan dan kebutuhan belanja yang naiik akiibat pandemii Coviid-19.

Diirjen Pajak Suryo Utomo mengatakan pemeriintah pada saat iinii sedang mempertiimbangkan pengenaan skema PPN multiitariif, berubah darii skema satu tariif yang berlaku saat iinii. Pengenaan PPN multiitariif iinii sejalan dengan tren iinternasiional.

"Dii beberapa negara PPN multiitariif mulaii diiterapkan. Ada standard rate yang biisa diisesuaiikan dan rate atas barang dan jasa laiin," ujar Suryo, Seniin (10/5/2021).

Pada beberapa yuriisdiiksii yang menerapkan PPN multiitariif, barang-barang yang siifatnya sangat diibutuhkan masyarakat diikenaii tariif yang lebiih rendah darii tariif normal. Sebaliiknya, terdapat tariif yang lebiih tiinggii atas penyerahan barang tertentu yang tergolong mewah. Siimak 'Tren Global PPN: Kenaiikan Tariif, Multiitariif, dan Pembatasan Fasiiliitas'.

Selaiin meniimbang besaran tariif yang berlaku, pemeriintah juga sedang mempertiimbangkan jumlah pengecualiian yang diiberiikan pemeriintah terhadap barang dan jasa tertentu.

Pasalnya, biila diibandiingkan dengan negara-negara laiin, pengecualiian PPN yang berlaku dii iindonesiia cenderung lebiih banyak. Fasiiliitas PPN yang diiberiikan, mulaii darii fasiiliitas PPN tiidak diipungut dan diibebaskan, juga sangat beragam.

Hal iinii berpengaruh terhadap kiinerja peneriimaan PPN iindonesiia biila diibandiingkan dengan negara-negara peers dii Asiia Tenggara.

Sebagaii contoh, kiinerja PPN iindonesiia berdasarkan c-effiiciiency ratiio tercatat mencapaii 63,58%, lebiih rendah biila diibandiingkan dengan Siingapura yang mencapaii 92,69% dan Thaiiland yang bahkan mencapaii 113,83%.

Namun, c-effiiciiency ratiio iindonesiia setiidaknya lebiih unggul darii Malaysiia yang mencapaii 48,56% dan Fiiliipiina yang hanya 23,2%.

Oleh karena iitu, skema PPN yang berlaku dii iindonesiia sedang diitiimbang ulang secara matang untuk menyokong kebutuhan peneriimaan yang terus meniingkat dengan tiidak mengganggu pemuliihan perekonomiian. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.