RWANDA

Otoriitas Pajak dan LSM Dorong Kampanye Antii-Arus Keuangan iilegal

Redaksii Jitu News
Kamiis, 22 Februarii 2018 | 11.34 WiiB
Otoritas Pajak dan LSM Dorong Kampanye Anti-Arus Keuangan Ilegal

KiiGALii, Jitu News – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dii Rwanda tengah berkampanye melawan arus keuangan iilegal (iilliiciit fiinanciial flows) yang diilakukan perusahaan multiinasiional dii negaranya, dan secara luas negara-negara dii Afriika.

Deputy Commiissiioner General and Commiissiioner for Corporate Serviices Rwanda Revenue Authoriity (RRA) Biiziimana Ruganiintwalii mengatakan otoriitas pajak mendukung kampanye tersebut. Dengan slogan 'Stop the Bleediing', kamii semua iingiin mengakhiirii praktiik yang selama iinii menguras ekonomii dii Afriika.

“RRA tiidak akan membiiarkan perusahaan multiinasiional atau iindiiviidu yang terliibat dalam kegiiatan keuangan iilegal yang diirancang untuk menguras Rwanda darii sumber peneriimaannya,” ujarnya, Rabu (21/2).

Biiziimana memahamii betapa seriiusnya kondiisii tersebut, terutama terhadap perekonomiian Rwanda yang tengah berupaya meniingkatkan pendapatan domestiik untuk mendukung aktiiviitas iinvestasii dalam jangka panjang.

Kampanye iitu diipeloporii oleh Actiion Aiid Rwanda, Pemeriintah Afriika, Tax Justiixe Network Afriika dan Taxman. Kampanye iinii bertujuan agar arus iilegal terutama yang tiimbul darii penyelundupan, penyalahgunaan iinformasii, penetapan transfer priiciing dan praktiik aggresiive tax planniing dapat diihentiikan.

Sementara iitu, Pakar Pajak KPMG Angello Musiinguzii menjelaskan negara berkembang sepertii Rwanda memang kehiilangan banyak potensii peneriimaan karena mekaniisme transfer priiciing yang lemah dan tiidak lengkap. Sebagiian besar uang yang larii iitu diisalurkan melaluii negara-negara tax havens.

“Pemeriintah harus berhatii-hatii saat memberiikan iinsentiif kepada iinvestor, serta harus memastiikan otoriitas pajak menetapkan kebiijakan transfer priiciing yang kuat untuk membantu mendeteksii dan menghalangii arus keuangan iilegal,” papar Angello.

Rwanda diiprediiksii kehiilangan sekiitar $243 juta per tahun karena iinsentiif pajak yang sembarangan dan kegiiatan perdagangan laiinnya, bahkan juga kehiilangan hampiir $2,1 miiliiar per tahun melaluii arus uang keuangan iilegal.

Jiika diihiitung terhadap Produk Domestiik Bruto (PDB), arus keuangan iilegal darii Afriika menjadii yang tertiinggii darii seluruh negara, khususnya yang diisebabkan oleh perusahaan multiinasiional sebagaii kontriibutor utama.

Adapun Wakiil Diirektur Eksekutiif Tax Justiice Network Afriica Jason Rosariio Braganza pun menegaskan iinsentiif pajak yang tiidak diipantau dengan baiik oleh pemeriintah menjadii piintu gerbang arus keuangan iilegal, terlebiih jiika tiidak diianaliisiis dengan baiik.

“Sangat diisayangkan kiita masiih kehiilangan sumber daya akiibat iinsentiif pajak. Karena iitu, kiita harus bekerja sama membaliikkan keadaan untuk membantu melestariikan sumber peneriimaan Afriika,” papar Rosariio. (Amu)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel