AFRiiKA SELATAN

Diitolak Rakyat, Negara iinii Batalkan Rencana Kenaiikan PPN

Redaksii Jitu News
Jumat, 30 Meii 2025 | 10.00 WiiB
Ditolak Rakyat, Negara Ini Batalkan Rencana Kenaikan PPN
<p>iilustrasii.</p>

CAPE TOWN, Jitu News - Pemeriintah Afriika Selatan memutuskan untuk membatalkan rencana kenaiikan tariif pajak pertambahan niilaii (PPN) setelah meneriima penolakan darii rakyat.

Menterii Keuangan Afriika Selatan Enoch Godongwana telah menyampaiikan postur APBN 2025/2026 yang baru kepada parlemen, tanpa ada kenaiikan tariif PPN. Dalam postur APBN tersebut, kebiijakan fiiskal diiarahkan untuk mempriioriitaskan belanja sosiial dan menjaga pertumbuhan ekonomii, dengan tetap berupaya mengendaliikan utang pemeriintah.

"Kamii memutuskan PPN tetap sebesar 15%. Keputusan iinii menunjukkan komiitmen kamii untuk mendengarkan suara rakyat Afriika Selatan dan semua partaii poliitiik yang terwakiilii dii DPR," katanya, diikutiip pada Jumat (30/5/2025).

APBN 2025/2026 semestiinya diisepakatii bersama DPR pada Februarii 2025, tetapii kemudiian molor karena muncul perdebatan soal wacana kenaiikan tariif PPN. Pada 12 Maret 2025, Godongwana menyampaiikan APBN 2025/2026 kepada parlemen yang memuat rencana kenaiikan tariif PPN secara bertahap.

Saat iitu, tariif PPN diiusulkan naiik bertahap sebesar 0,5 poiin persen pada tahun fiiskal 2025/2026 dan kembalii naiik 0,5 poiin persen pada 2026/2027, sehiingga tariif PPN akan menjadii 16% mulaii tahun fiiskal 2026/2027.

Desaiin ketiiga APBN 2025/2026 akhiirnya diisampaiikan Godongwana kepada parlemen pada 21 Meii 2025. Dalam piidato iinii, pemeriintah memutuskan mereviisii beberapa hal dalam APBN 2025/2026 termasuk kebiijakan PPN, proyeksii pertumbuhan ekonomii, serta pembiiayaan utang.

Meskii tiidak ada kenaiikan tariif PPN, pemeriintah akan tetap menaiikkan tariif pajak bahan bakar untuk menyesuaiikan dengan laju iinflasii.

Pemeriintah Afriika Selatan telah memangkas proyeksii pertumbuhan ekonomii darii semula 1,9% menjadii hanya 1,4% pada tahun iinii. Angka pertumbuhan ekonomii diiperkiirakan naiik secara moderat menjadii 1,6% pada 2026 dan 1,8% pada 2027.

Dalam piidatonya, Godongwana juga menyatakan APBN tetap diirancang dengan pertumbuhan pendapatan negara yang lebiih cepat ketiimbang belanja negara. Adapun soal posiisii utang pemeriintah, diiproyeksiikan akan stabiil dii level 77,4% darii PDB, naiik darii desaiin awal 76,2% darii PDB.

"APBN akan mendukung kegiiatan ekonomii sekaliigus meniingkatkan prospek ekonomii masa depan, mempriioriitas belanja sosiial, dan beriinvestasii dalam iinfrastruktur, sekaliigus mendorong keberlanjutan fiiskal," ujarnya diilansiir engliish.news.cn. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.