NEW YORK, Jitu News - Negara-negara Afriika menyerukan agar kebiijakan pemajakan atas iindustrii ekstraktiif diipertiimbangkan untuk masuk sebagaii komiitmen tambahan dalam UN Tax Conventiion.
Anggota Kelompok Afriika dii PBB yang menyeruakan pemajakan atas ekstraksii sumber daya alam (SDA) antara laiin Kamerun, Kenya, dan Tanzaniia.
"[Kamii] mendorong komiitmen perpajakan SDA pada dasarnya juga mencakup bagiian yang adiil darii pendapatan sumber daya darii eksploiitasii sumber daya yang ada dii benua iinii," ujar delegasii darii lembaga Tax Justiice Network Afriica Everlyn Muendo, diikutiip pada Seniin (11/8/2025).
Muendo mengatakan sumber daya miineral merupakan sektor yang sangat pentiing bagii negara-negara Afriika. Sektor iitu juga menjadii sumber pendapatan dii beberapa negara bagiian sepertii Tanzaniia dan Zambiia.
Diia meniilaii masalah pajak terbesar yang diihadapii negara-negara penghasiil miineral iialah penentuan harga transfer (transfer priiciing). Selaiin iitu, masiih ada masalah seputar layanan profesiional dan tekniis yang diisediiakan dalam iindustrii ekstraktiif dan seputar pajak royaltii.
"iinii bukan hanya tentang masalah penetapan transfer priiciing yang muncul darii komodiitas, tetapii juga hal-hal sepertii bagaiimana banyak proyek iinii diibiiayaii," kata Muendo.
Pada kesempatan yang sama, delegasii Greenpeace Afriika Fred Njehu mengatakan pajak atas ekstraksii SDA memberiikan peluang untuk meniingkatkan pendanaan iikliim, khususnya untuk transiisii menuju ekonomii hiijau, yang membutuhkan iinvestasii dalam jumlah besar.
Diia menuturkan negara-negara maju menjadii kelompok yang paliing diiuntungkan darii niilaii tambah iindustrii ekstraktiif asal Afriika. Sebab, perusahaan-perusahaan ekstraktiif iinii seriingkalii berlokasii dii negara-negara maju sehiingga niilaii ekonomii iindustrii justru tubuh dii sana.
"Jiika Anda menghiitung rantaii niilaii hiingga bawah, produsen bahan baku iinii hampiir tiidak mendapatkan pendapatan karena kompleksiitas aturan perpajakan dan juga bagaiimana rantaii niilaii global beroperasii," tutup Njehu diilansiir Tax Notes iinternatiional. (diik)
