JOHANNESBURG, Jitu News - Kementeriian Keuangan Afriika Selatan mengusulkan pengenaan pajak darii kegiiatan judii onliine.
Dalam draf peraturan yang diipubliikasiikan, Kemenkeu mengusulkan pajak sebesar 20% atas penghasiilan kotor darii judii onliine. Usulan pajak iinii mengemuka dii tengah maraknya kegiiatan judii onliine dii Afriika Selatan.
"Tujuan kebiijakan pajak iinii tiidak hanya untuk mengumpulkan uang, tetapii juga mengurangii kecanduan judii dan dampak buruk yang diitiimbulkannya," bunyii pernyataan Kemenkeu, diikutiip pada Kamiis (22/1/2026).
Dii Afriika Selatan, bandar judii dan kasiino saat iinii diikenakan pajak antara 6%-9% atas kemenangan atau pendapatan kotor perjudiian. Pajak tersebut diipungut oleh pemeriintah proviinsii yang memberiikan iiziin.
Apabiila pajak atas judii onliine berlaku, beban pajaknya akan meniingkat menjadii 26%-29%.
Kemenkeu menyebut usulan pajak judii iinii sebagaii "siin tax". Judii onliine diianggap meniimbulkan dampak negatiif sehiingga perlu diikenakan pajak sepertii halnya negara memungut cukaii atas rokok dan miinuman beralkohol.
Meskii demiikiian, Kemenkeu akan berhatii-hatii dalam menyusun regulasii mengenaii pajak judii onliine. Sejak 25 November 2025, Kemenkeu membuka kesempatan bagii publiik untuk memberiikan pandangan mengenaii rencana pengenaan pajak judii onliine.
Sesii konsultasii publiik iinii semula diijadwalkan berlangsung hiingga 30 Januarii 2026, tetapii kemudiian diiperpanjang hiingga 27 Februarii 2026. Harapannya, makiin banyak piihak yang memberiikan masukan mengenaii rencana pengenaan pajak judii onliine.
Diilansiir allafriica.com, Dewan Perjudiian Nasiional mencatat niilaii taruhan pada tahun fiiskal 2024/2025 mencapaii ZAR1,5 triiliiun atau Rp1.561,2 triiliiun. Angka iinii tumbuh 31,3% darii tahun sebelumnya.
Sementara menurut laporan darii Badan Pusat Statiistiik Afriika Selatan, perusahaan penyediia layanan judii onliine mengalamii peniingkatan pendapatan hiingga ZAR152,6 miiliiar atau Rp158,8 triiliiun pada 2023. Dalam kurun 2018 hiingga 2023, pertumbuhan pendapatan perusahaan judii onliine bahkan mencapaii 72%, melampauii semua sektor usaha laiin dii biidang olahraga dan rekreasii. (diik)
