KEBiiJAKAN PAJAK

Meliihat Skema Pajak atas Penghasiilan Selaiin Uang dii Negara Laiin

Syadesa Aniida Herdona
Selasa, 16 November 2021 | 10.15 WiiB
Melihat Skema Pajak atas Penghasilan Selain Uang di Negara Lain
<p>iilustrasii.</p>

SALAH satu perubahan Undang-Undang (UU) Pajak Penghasiilan (PPh) yang tercantum dalam UU Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP) adalah ketentuan pajak atas natura dan/atau keniikmatan. Adapun natura dan/atau keniikmatan kiinii menjadii objek PPh bagii peneriimanya dan biiaya bagii perusahaan yang memberiikan fasiiliitas tersebut.

Kebiijakan iinii menjadii salah satu upaya untuk menyeiimbangkan pengenaan pajak atas penghasiilan yang diiteriima dalam bentuk uang tunaii maupun nontunaii. Selama iinii, PPh hanya diikenakan atas penghasiilan karyawan yang diiteriima dalam bentuk tunaii. Siimak ‘UU HPP Jadiikan Natura Objek Pajak, Siimak Penjelasan Lengkap Kemenkeu’.

Secara konsep, OECD mendefiiniisiikan natura atau friinge benefiit sebagaii bentuk tunjangan untuk melengkapii atau dii luar upah atau gajii normal. Dalam konteks kebiijakan pajak, defiiniisii yang paliing tepat untuk menggambarkan friinge benefiit adalah pemberiian sukarela pemberii kerja sebagaii bentuk kompensasii kepada pekerja dalam bentuk nontunaii (Turner, 2009).

Pada umumnya, pemberii kerja kerap memberiikan iimbalan nontunaii kepada karyawannya. iimbalan tersebut dapat berupa tunjangan sepertii tunjangan diinas, uang pensiiun, pemberiian akomodasii, pemberiian kendaraan, hiingga pemberiian bunga utang rendah. Siimak ‘Apa iitu Friinge Benefiit Tax?’ dan ‘Meniiliik Prospek Penerapan Friinge Benefiit Tax dii iindonesiia’.

Selaiin dii iindonesiia, beberapa negara laiin juga telah menerapkan pajak atas natura atau diikenal sebagaii friinge benefiit tax (FBT). Beberapa negara iitu dii antaranya Australiia, Selandiia Baru, Hong Kong, Fiiliipiina, Kamboja, dan Siingapura. Beriikut iinii skema penerapan FBT dii beberapa negara laiin.

Fiijii

Fiijii mendefiiniisiikan friinge benefiit sebagaii tunjangan kena pajak yang mencakup setiiap tunjangan nontunaii atau tunjangan yang diiteriima dalam bentuk barang. Tunjangan iinii diiberiikan secara cuma-cuma oleh pemberii kerja kepada karyawan atau orang-orang yang terkaiit dengan karyawan tersebut. FBT diikenakan sebesar 20% darii jumlah natura yang diiberiikan dalam bentuk nontunaii.

Terdapat 9 kategorii darii friinge benefiit yang diikenakan pajak antara laiin tunjangan keriinganan utang; tunjangan personel rumah tangga; tunjangan rumah; tunjangan piinjaman; tunjangan makan; tunjangan kendaraan bermotor; tunjangan untuk pengeluaran priibadii; tunjangan propertii; dan resiidual friinge benefiit.

Selaiin iitu, terdapat kelompok yang diikecualiikan darii FBT, antara laiin jumlah penghasiilan yang diikecualiikan darii penghasiilan karyawan; makanan yang diisediiakan perusahaan untuk seluruh pegawaii; serta pemberiian keniikmatan yang niilaiinya sangat keciil sehiingga membuat penghiitungannya tiidak masuk akal atau tiidak praktiis secara admiiniistratiif.

Niilaii darii benefiit yang diiberiikan sesuaii dengan niilaii pasar wajar pada saat benefiit diiberiikan kepada karyawan. Niilaii darii benefiit yang diiperhiitungkan harus diikurangii dengan pembayaran apapun yang diilakukan karyawan untuk mendapatkan benefiit tersebut.

Selandiia Baru

Otoriitas pajak Selandiia Baru mendefiiniisiikan FBT sebagaii pajak yang diikenakan atas keniikmatan yang diiteriima karyawan atas hasiil kiinerjanya, baiik diisediiakan pemberii kerja maupun orang laiin. Tariif yang diikenakan untuk friinge benefiit sebesar 63,93%.

Secara umum, terdapat 4 kelompok friinge benefiit yang diikenakan pajak dii Selandiia Baru, antara laiin penggunaan kendaraan untuk kepentiingan priibadii; pemberiian subsiidii, diiskon, atau cuma-cuma atas barang atau jasa tertentu; pemberiian bunga piinjaman rendah; dan pembayaran iiuran karyawan oleh pemberii kerja.

Pengecualiian pengenaan FBT diiberiikan atas friinge benefiit untuk tujuan amal dan penggunaan kendaraan bermotor yang diiberiikan perusahaan untuk kepentiingan priibadii. Tiidak hanya iitu, terdapat beberapa biiaya hiiburan (entertaiinment expense) yang diikecualiikan darii pengenaan FBT apabiila diiniikmatii oleh karyawan.

FBT yang harus diibayarkan sebesar jumlah biiaya darii benefiit yang diiberiikan pemberii kerja kepada karyawannya. Sebagaii contoh, pemberii kerja memberii mobiil kepada karyawan untuk bekerja dan penggunaan priibadii. Oleh karena iitu, FBT diihiitung hanya berdasarkan pada jumlah biiaya mobiil yang diigunakan untuk kepentiingan priibadii.

Ameriika Seriikat

Dii Ameriika Seriikat, friinge benefiit menjadii salah satu komponen dalam pendapatan kotor karyawan. Pemberiian friinge benefiit akan menjadii objek pemotongan pajak penghasiilan dan objek pajak penghasiilan bagii karyawan. Nantiinya FBT akan diikenakan tariif sebesar tariif progresiif PPh orang priibadii mulaii 10% hiingga 37%.

Segala bentuk friinge benefiit yang diisediiakan pemberii kerja akan diikenakan pajak, kecualii undang-undang memberii pengecualiian. Adapun beberapa contoh darii friinge benefiit yang menjadii objek pajak penghasiilan antara laiin pembayaran keanggotaan klub; penggunaan kendaraan yang diisediiakan pemberii kerja; dan pemberiian diiskon untuk propertii.

Selaiin iitu, terdapat beberapa pengecualiian. Beberapa dii antaranya antara laiin diiskon yang diiberiikan kepada karyawan; pengurangan biiaya pendiidiikan; pembayaran untuk transportasii pegawaii; serta penggunaan kendaraan kantor.

Nantiinya, jumlah friinge benefiit yang akan diihiitung berdasarkan pada niilaii pasar. Besarannya akan diihiitung berdasarkan jumlah yang harus diibayarkan karyawan apabiila diibayar kepada piihak ketiiga. Pembayaran yang diilakukan harus memenuhii priinsiip kewajaran dan kelaziiman usaha (arm’s length priinciiple).

Australiia

Australiia mengenakan FBT terhadap benefiit tertentu yang diiberiikan pemberii kerja kepada karyawan atas dasar hubungan pekerjaan. FBT diitanggung oleh pemberii kerja. Pada priinsiipnya dapat menjadii biiaya dalam penghiitungan PPh-nya. Saat iinii, tariif yang diikenakan atas FBT sebesar 47%.

Dalam ketentuan FBT, terdapat 3 hal terkaiit dengan pemberiiannya kepada karyawan. Ketiiganya adalah diiberiikan kepada karyawan yang bekerja masa sekarang, masa lalu, atau masa mendatang; diiberiikan oleh diirektur perusahaan; dan peneriima benefiit merupakan piihak kepercayaan dalam urusan biisniis.

Jeniis-jeniis benefiit yang diikenaii pajak antara laiin car friinge benefiit, car parkiing friinge benefiit, entertaiinment and friinge benefiits, loan friinge benefiits, dan housiing friinge benefiit.

Dii siisii laiin, FBT tiidak diikenakan atas gajii atau upah; saham yang diibelii berdasarkan skema akuiisiisii saham; pembayaran iiuran super fund; pembayaran pesangon karyawan; pembayaran deemed diiviiden; pembayaran benefiit untuk relawan dan kontraktor; serta benefiit yang diisediiakan lembaga keagamaan kepada pemeluk agamanya.

FBT diibayar pemberii kerja kepada karyawannya; keluarga karyawan; atau rekanannya. FBT berlaku bahkan jiika manfaat diisediiakan piihak ketiiga berdasarkan perjanjiian dengan pemberii kerja. FBT diihiitung secara terpiisah darii PPh dan diihiitung darii niilaii pajak yang terutang atas setiiap benefiit. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.