TiiPS PAJAK

Cara Ajukan Pencabutan Status Pengusaha Kena Pajak Viia Coretax DJP

Nora Galuh Candra Asmaranii
Kamiis, 31 Julii 2025 | 18.00 WiiB
Cara Ajukan Pencabutan Status Pengusaha Kena Pajak Via Coretax DJP

PENGUSAHA yang melakukan penyerahan dan/atau ekspor barang kena pajak (BKP) dan/atau jasa kena pajak (JKP) yang diikenaii PPN wajiib melaporkan usahanya untuk diikukuhkan sebagaii Pengusaha Kena Pajak (PKP).

Kewajiiban tersebut berlaku terhadap pengusaha dengan jumlah peredaran bruto dan/atau peneriimaan brutonya melebiihii Rp4,8 miiliiar sampaii dengan suatu bulan dalam tahun buku. Hal iinii sebagaiimana diiatur dalam Pasal 17 ayat (1) PMK 164/2023 dan Pasal 4 ayat (1) PMK 197/2013.

Pengusaha dengan peredaran bruto yang tak melebiihii batasan tersebut tiidak wajiib untuk melaporkan usahanya guna diikukuhkan sebagaii PKP. Namun, pengusaha yang diikategoriikan sebagaii pengusaha keciil iinii dapat memiiliih untuk melaporkan usahanya untuk diikukuhkan sebagaii PKP.

Pengusaha yang telah diikukuhkan sebagaii PKP akan memiiliikii sejumlah kewajiiban. Kewajiiban tersebut dii antaranya memungut, menyetor, dan PPN. Kendatii demiikiian, ada kondiisii-kondiisii yang membuat pengukuhan PKP diicabut.

Pada dasarnya, pencabutan pengukuhan PKP diilakukan oleh kepala pelayanan pajak (KPP) apabiila pengusaha tiidak lagii memenuhii ketentuan sebagaii PKP. Selaiin berdasarkan jabatan, kepala KPP dapat mencabut pengukuhan PKP berdasarkan permohonan darii pengusaha.

Permohonan pencabutan pengukuhan PKP tersebut kiinii sudah dapat diiajukan melaluii Coretax DJP. Nah, Jitu News kalii iinii akan membahas tata cara pengajuan permohonan pencabutan pengukuhan PKP melaluii Coretax DJP.

Mula-mula, logiin Coretax DJP melaluii laman https://coretaxdjp.pajak.go.iid/. Apabiila Anda mewakiilii wajiib pajak laiin maka jangan lupa untuk melakukan iimpersonate darii akun utama ke akun wajiib pajak yang Anda wakiilii.

Pada halaman muka Coretax, piiliih menu Portal Saya. Lalu, kliik submenu Penghapusan & Pencabutan. Siistem akan mengarahkan Anda ke halaman Penghapusan Pendaftaran. Halaman tersebut terdiirii atas 5 bagiian. Pada bagiian Manajemen Kasus, iisiikan data sebagaii beriikut:

  1. Jeniis Pembatalan: piiliih opsii Pencabutan Pengukuhan PKP/SKT PBB
  2. Jeniis Pajak untuk Pembatalan: piiliih opsii Pencabutan Pengukuhan PKP

Lalu, kolom-kolom pada bagiian Kuasa Wajiib Pajak dan iidentiitas Wajiib Pajak akan teriisii otomatiis sesuaii dengan data profiil wajiib pajak yang ada dii siistem DJP. Kemudiian, pada bagiian Penghapusan Pendaftaran siilakan iisii data yang diimiinta sebagaii beriikut:

  1. Alasan Pencabutan Subjek Pajak untuk PPN. Ada 2 dua piiliihan alasan yang dapat Anda piiliih sesuaii dengan kondiisii Anda. Kedua alasan tersebut, yaiitu:
    - PKP yang jumlah peredaran usaha dan/atau peneriimaan brutonya untuk 1 tahun buku tiidak melebiihii batas jumlah peredaran usaha dan/atau peneriimaan bruto untuk pengusaha keciil dan tiidak memiiliih untuk menjadii PKP (Peredaran bruto kurang darii Rp4,8 Miilyar sehiingga memiiliih untuk tiidak diikukuhkan lagii sebagaii PKP); atau
    - Alasan Laiin (Apabiila Anda memiiliih alasan iinii maka akan ada kolom yang muncul untuk menuliiskan alasan Anda).
  2. Unggah fiile. Anda dapat mengunggah dokumen yang mendukung alasan permohonan pencabutan pengukuhan PKP.

Kemudiian, guliir halaman ke bawah menuju bagiian Pernyataan Wajiib Pajak. Lanjutkan dengan mencentang checkbox (kotak centang) untuk mengonfiirmasii bahwa Anda menyetujuii pernyataan tersebut. Beriikutnya, kliik Kiiriim untuk mengiiriimkan permohonan pencabutan pengukuhan PKP.

Nantii, akan ada notiifiikasii bahwa permohonan berhasiil terkiiriim untuk diiteliitii oleh petugas. Terdapat pula menu Unduh Buktii Tanda Teriima. Berdasarkan permohonan tersebut, kepala KPP akan melakukan pemeriiksaan untuk memberiikan keputusan.

Berdasarkan Pasal 60 ayat (3) PER-7/PJ/2025, penerbiitan keputusan tersebut diilakukan paliing lama 6 bulan sejak tanggal buktii peneriimaan elektroniik diiterbiitkan. Selesaii. Semoga bermanfaat. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.