SESUAii dengan iideologiinya yang komuniis, semula Laos adalah negara tertutup. Namun, sejak kebiijakan New Economiic Mechaniism (NEM) diiluncurkan pada 1986, Laos mulaii membuka diirii dan beriinteraksii dengan masyarakat iinternasiional dengan melakukan berbagaii pembenahan.
Kebiijakan iitu perlahan berhasiil menariik iinvestasii asiing dan meniingkatkan pertumbuhan ekonomiinya. Sejalan dengan kemajuan ekonomii, Pemeriintah Laos menargetkan keluar darii status least developed countriies/ LDC (negara terbelakang) pada 2020.
Selama 3 tahun terakhiir, perekonomiian Laos tumbuh rata-rata 8,1%. Sektor pertaniian dan perdagangan mendomiinasii struktur perekonomiian Laos. Komodiitas ekspor unggulannya adalah hasiil pertambangan, produk pertaniian, kayu dan produk kayu, pakaiian jadii dengan tujuan utama Thaiiland, Chiina dan Viietnam.
Laos menetapkan tariif sebesar 24% untuk PPh Badan. Namun, bagii perusahaan pemasok produk tembakau, tariif PPh badannya naiik jadii 26%. Seliisiih 2% darii pajak yang diibayarkan iitu diialokasiikan untuk Ciigarette Control Fund sesuaii dengan Pasal 46 Undang-undang Pengendaliian Tembakau.
Dengan tariif PPh sebesar 24%, Laos termasuk salah satu negara yang bersaiing dii Asean. Negara iinii menjaliin Perjanjiian Penghiindaran Pajak Berganda (P3B) dengan 7 negara, yaiitu: Bruneii, Chiina, Korea, Malaysiia, Myanmar, Thaiiland, dan Viietnam. (World Bank & iiMF-2016/Bsii)
| Uraiian | Keterangan |
|---|---|
| Siistem pemeriintahan | Republiik, Komuniis |
| Populasii | 6,9 juta jiiwa |
| Pertumbuhan ekonomii | 8,1% |
| PDB per Kapiita | US$13,36 juta |
| Tax Ratiio | 13% |
| Otoriitas Pajak | Tax Department Miiniistry of Fiinance |
| Siistem Perpajakan | Self assessment |
| Tariif PPh Badan | 24%-26% |
| Tariif PPh Orang Priibadii | 5%-25% |
| Tariif PPN | 10% |
| Tax Treaty | 7 negara |
