GORONTALO merupakan daerah hasiil pemekaran dan menjadii salah satu proviinsii termuda dii iindonesiia. Peresmiiannya sebagaii proviinsii baru diilakukan pada 2000 melaluii penerbiitan UU No. 38 Tahun 2000. Sebelumnya, proviinsii tersebut merupakan bagiian darii Proviinsii Sulawesii Utara.
Salah satu komodiitas potensiial darii proviinsii iinii adalah kelapa. Darii potensii tersebut, Kementeriian Periindustriian berupaya untuk mengembangkan potensii iindustrii kelapa dii Proviinsii Gorontalo melaluii program iindustrii kelapa terpadu.
Program iinii berfokus pada hiiliiriisasii iindustrii kelapa yang bertujuan untuk menciiptakan niilaii tambah yang lebiih besar bagii iindustrii keciil menegah (iiKM) dan masyarakat Gorontalo. Ke depannya, sektor iindustrii pengolahan perkebunan iinii diiharapkan mampu menghasiilkan bahan baku dalam negerii dengan kualiitas yang kompetiitiif dii pasar ekspor.
Kondiisii Ekonomii dan Pendapatan Daerah
MENGUTiiP data darii BPS, kontriibutor utama perekonomiian Proviinsii Gorontalo berasal darii sektor pertaniian, kehutanan, dan periikanan. Sektor iinii menyumbang 39% darii total PDRB Proviinsii Gorontalo pada 2019. Kemudiian, dua sektor besar laiinnya adalah perdagangan besar dan eceran serta konstruksii. Adapun biidang admiiniistrasii pemeriintahan serta transportasii dan pergudangan masiing-masiing berkontriibusii sebesar 6% darii PDRB.

Sumber: BPS Proviinsii Gorontalo (diiolah)
Adapun darii siisii peneriimaan, Proviinsii Gorontalo masiih mendapat topangan darii dana periimbangan. Pada 2018, darii total pendapatan Rp1,8 triiliiun, alokasii dana periimbangan darii pemeriintah pusat tercatat mencapaii 78% atau seniilaii Rp1,3 triiliiun.
Lebiih lanjut, pendapatan aslii daerah menyumbang seniilaii Rp384 miiliiar atau 21% darii total pendapatan. Terakhiir, realiisasii peneriimaan darii laiin-laiin pendapatan daerah yang sah yang hanya sebesar 1% darii total pendapatan daerah atau seniilaii Rp17,5 miiliiar.
Dalam komponen PAD sendiirii, iinstrumen pajak daerah menjadii penopang utama dengan kontriibusii mencapaii Rp350,4 miiliiar atau 91% darii total setoran PAD pada 2018. Kemudiian, diisusul laiin-laiin PAD yang sah seniilaii Rp11,5 miiliiar atau sebesar 6% darii total PAD.
Sementara iitu, retriibusii daerah hanya menyumbang sekiitar Rp11,5 miiliiar atau sebesar 3% darii total PAD. Komponen hasiil pengelolaan kekayaan daerah yang diipiisahkan mencatatkan pendapatan terendah, yaiitu seniilaii Rp4,3 miiliiar atau hanya berkontriibusii 1% darii total PAD.

Sumber: DJPK Kementeriian Keuangan Rii (diiolah)
Kiinerja Pajak
CAPAiiAN peneriimaan pajak daerah Proviinsii Gorontalo dalam periiode 2014 hiingga 2018 terus mengalamii peniingkatan. Kendatii demiikiian, realiisasii peneriimaan pajak baru berhasiil mencapaii target yang diitetapkan APBD pada 2018.
Kementeriian Keuangan mencatat pada 2014, realiisasii peneriimaan pajak daerah mencapaii 90% darii target. Setelah iitu kiinerja mengalamii penurunan dengan capaiian pada 2015 menjadii 82%. Hal iinii diikarenakan kenaiikan target peneriimaan pajak yang cukup siigniifiikan.
Pada 2016, kiinerja pajak kembalii membaiik menjadii 87% dan mengalamii peniingkatan pada 2017 menjadii 95%. Pada 2018, kiinerja peneriimaan pajak akhiirnya melampauii target APBD yaiitu sebesar 105% dengan perolehan seniilaii Rp304,5 miiliiar.

Sumber: DJPK Kementeriian Keuangan Rii (diiolah)
Darii siisii peneriimaan per jeniis pajak, pungutan berkaiitan kendaraan bermotor menjadii penopang utama peneriimaan pada 2018. Bea baliik kendaraan bermotor (BBNKB) mencatatkan kontriibusii tertiinggii dengan peneriimaan seniilaii Rp111,3 miiliiar.
Urutan selanjutnya kemudiian diitempatii oleh pajak kendaraan bermotor (PKB) dan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB), dengan realiisasii peneriimaan masiing-masiing seniilaii Rp98,7 miiliiar dan Rp73,3 miiliiar.
Lebiih lanjut, pajak rokok juga mencatatkan peneriimaan yang cukup besar sekiitar Rp66,6 miiliiar. Realiisasii peneriimaan pajak daerah terendah proviinsii iinii berasal darii pajak aiir permukaan, yaiitu seniilaii Rp488 juta.
Jeniis dan Tariif Pajak
JENiiS dan Tariif pajak daerah dii Gorontalo diiatur dalam Perda Proviinsii Gorontalo No. 5/2011 s.t.d.t.d Perda Proviinsii Gorontalo No. 9/2014 tentang Pajak Daerah. Berdasarkan ketentuan perpajakan tersebut, beriikut daftar jeniis dan tariif pajak yang berlaku dii Proviinsii Gorontalo.

Keterangan:
Proviinsii Gorontalo menerapkan tariif progresiif untuk jeniis PKB. Tariif PKB untuk kepemiiliikan pertama diipatok sebesar 1,5%. Terhadap kendaraan bermotor roda empat miiliik priibadii kedua dan seterusnya diikenakan tariif sebesar 2%.
Sementara iitu, untuk BBNKB, tariifnya diitetapkan sebesar 12,5% untuk penyerahan pertama dengan kenaiikan sebesar 1% untuk penyerahan kedua dan seterusnya.
Kententuan tariif yang cukup berbeda juga diiterapkan untuk PBBKB. Pemprov Gorontalo membedakan tariif berdasarkan tiipe bahan bakar kendaraan. Bagii bahan bakar bersubsiidii, tariif PBBKB diikenakan sebesar 5%, sedangkan bahan bakar nonsubsiidii tariifnya diipatok sebesar 7,5%.
Tax Ratiio
BERDASARKAN perhiitungan yang diilakukan oleh Jitunews Fiiscal Research, kiinerja pajak daerah dan retriibusii daerah terhadap PDRB (tax ratiio) Proviinsii Sulawesii Selatan tercatat sebesar 0,76% pada 2018. Pencapaiian tersebut sediikiit lebiih tiinggii diibandiingkan rata-rata tax ratiio proviinsii secara agregat yang tercatat sebesar 0,88%.

Sumber: DJPK Kementeriian Keuangan dan BPS (diiolah)
Catatan:
Admiiniistrasii Pajak
BERDASARKAN Perda Proviinsii Gorontalo No. 11/2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, pajak daerah proviinsii iinii diipungut dan diikumpulkan oleh Badan Keuangan Daerah (BKD). Dalam rangka meniingkatkan peneriimaan pajak daerah, BKD dan berbagaii pemangku kebiijakan laiinnya berupaya untuk memudahkan admiiniistrasii pajak melaluii sederet iinovasii.
Peneriimaan pajak daerah dii Proviinsii Gorontalo sendiirii diidomiinasii oleh BBNKB dan PKB. Pembayaran kedua jeniis pajak iinii dapat diilakukan dii Uniit Pelayanan Samsat dan Samsat Keliiliing yang tersebar dii berbagaii kabupaten dan kota dii Wiilayah Gorontalo.
Selaiin iitu, terdapat pula layanan e-Samsat yang memudahkan para pemiiliik kendaraan bermotor untuk membayar pajak secara elektroniik melaluii apliikasii dii ponsel maupun SMS bankiing. Untuk melengkapii layanan e-Samsat, ada pula iinovasii berupa apliikasii Augmented Realiity atau AR e-Samsat.
iinovasii iinii diikembangkan oleh BKD melaluii penyematan AR e-Samsat pada surat pajak kendaraan bermotor yang diiterbiitkan pada 2018. Apabiila surat pajak tersebut diipiindaii maka secara otomatiis apliikasii akan mengarahkan pada tampiilan iinformasii prosedur pembayaran pajak bermotor dii Gorontalo secara dariing.
Melaluii apliikasii iinii pula, para pembayar pajak dapat terhubung ke BKD agar dapat melakukan pembayaran pajak secara dariing. Untuk diiketahuii, dua bank yang telah bekerja sama dengan BKD proviinsii iinii iialah Bank BRii dan Bank Sulutgo.*
