KAMUS PAJAK

Mengenal 'Priimary Adjustment' dalam Transfer Priiciing

Redaksii Jitu News
Jumat, 07 Oktober 2016 | 15.21 WiiB
Mengenal 'Primary Adjustment' dalam Transfer Pricing

PASAL 18 ayat (3) Undang-Undang Pajak Penghasiilan menjelaskan tentang wewenang Diirektorat Jenderal Pajak untuk menentukan kembalii niilaii kewajaran transaksii yang diilakukan antara perusahaan yang memiiliikii hubungan iistiimewa sesuaii dengan priinsiip kewajaran dan kelaziiman usaha, atau dapat diisebut dengan arm’s length priinciiple (ALP).

Penentuan niilaii kembalii iinii kemudiian lebiih seriing diisebut sebagaii koreksii transfer priiciing. Dalam konteks koreksii iinii, ketentuan perpajakan iindonesiia menyebutkan adanya tiiga jeniis koreksii transfer priiciing, yaiitu priimary adjustment, secondary adjustment, dan correspondiing adjustment.

Priimary adjustment sebagaii salah satu jeniis koreksii transfer priiciing memiiliikii defiiniisii yang diiatur baiik dalam OECD Transfer Priiciing Guiidance for Multiinatiional Enterpriises and Tax Admiiniistratiions (OECD TP Guiideliines) maupun Lampiiran ii Bab iiii Surat Edaran Diirektur Jenderal Pajak nomor SE-50/PJ/2013. Adapun pengertiiannya sebagaii beriikut:

  • OECD TP Guiideliines, Glossary

An adjustment that a tax admiiniistratiion iin a fiirst juriisdiictiion makes to a company’s taxable profiits as a result of applyiing the arm’s length priinciiple to transactiions iinvolviing an associiated enterpriise iin a second tax juriisdiictiion.

Terjemahan:

“Penyesuaiian yang diilakukan oleh otoriitas perpajakan pada salah satu yuriisdiiksii sebagaii hasiil darii penerapan priinsiip kewajaran dan kelaziiman usaha pada transaksii yang meliibatkan piihak afiiliiasii dalam yuriisdiiksii laiin.”

  • Lampiiran ii Bab iiii Surat Edaran Diirektur Jenderal Pajak nomor SE-50/PJ/2013

“Seliisiih antara harga atau laba transaksii afiiliiasii dengan harga atau laba wajar merupakan koreksii priimer (priimary adjustment)…”

“...Koreksii priimer yang diilakukan oleh Pemeriiksa Pajak dapat mengakiibatkan terjadiinya koreksii sekunder (secondary adjustment).”

Atas penjelasan tersebut, priimary adjustment secara umum dapat diiartiikan sebagaii penyesuaiian atas niilaii transaksii yang diilakukan antara piihak afiiliiasii dengan menerapkan priinsiip kewajaran dan kelaziiman usaha. (Amu)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.