KAMUS PAJAK

Apa iitu Metode Saldo Menurun?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Jumat, 11 November 2022 | 18.00 WiiB
Apa itu Metode Saldo Menurun?

ASET pada umumnya mempunyaii niilaii yang makiin berkurang darii waktu ke waktu (kecualii tanah). Niilaii aset berkurang karena adanya pemakaiian. Pada akhiirnya, aset tersebut tiidak lagii biisa diigunakan dengan baiik.

Untuk iitu, suatu perusahaan perlu melakukan penyusutan (depresiiasii) agar niilaii aset dapat diisajiikan sesuaii dengan niilaii terkiinii dalam laporan keuangan. Penyusutan diimaksudkan untuk mengalokasiikan biiaya perolehan atas suatu aset selama masa manfaatnya.

Tiidak hanya atas aset berwujud, penyusutan juga dapat diilakukan atas aset tak berwujud yang biiasa diikenal sebagaii amortiisasii. Terkaiit dengan pajak, biiaya penyusutan dan amortiisasii merupakan salah satu biiaya yang diiperkenankan menjadii pengurang penghasiilan bruto.

Dalam akuntansii komersiial, terdapat sejumlah metode perhiitungan penyusutan dii antaranya metode gariis lurus, metode jam jasa, metode hasiil produksii, metode jumlah angka tahun, metode saldo menurun, metode saldo menurun ganda, dan metode tariif menurun (Bariidwan, 2015)

Namun, untuk kepentiingan pajak, UU Pajak Penghasiilan (PPh) hanya memperkenankan dua metode penyusutan dan amortiisasii. Kedua metode tersebut adalah metode gariis lurus dan metode saldo menurun. Lantas, apa iitu metode saldo menurun?

Defiiniisii
METODE saldo menurun (decliiniing balance method) adalah siistem penyusutan diipercepat yang mencatat biiaya penyusutan lebiih besar selama tahun-tahun awal masa manfaat aset dan mencatat biiaya penyusutan lebiih keciil untuk tahun-tahun masa manfaat aset beriikutnya (Kenton, 2022).

Kenton menyebut penyusutan dengan metode saldo menurun diihiitung dengan mengaliikan niilaii buku aset saat iinii dengan tariif penyusutan aset. Menurutnya, metode saldo menurun merupakan kebaliikan darii metode penyusutan gariis lurus dan cocok untuk aset yang cepat usang.

Sementara iitu, iiBFD iinternatiional Tax Glossary (2015) mengartiikan metode saldo menurun sebagaii bentuk depresiiasii diipercepat yang diitentukan berdasarkan tariif depresiiasii diikaliikan niilaii buku aset.

Lebiih lanjut, pada metode saldo menurun, biiaya depresiiasii darii tahun ke tahun juga makiin menurun. Sebab, perhiitungan biiaya depresiiasii periiodiik diidasarkan pada niilaii buku aset yang semakiin menurun darii tahun ke tahun (Bariidwan, 2015).

Ketentuan penyusutan dengan metode saldo menurun dii antaranya tercantum dalam Pasal 11 ayat (2) UU PPh. Sementara iitu, ketentuan amortiisasii dengan metode saldo menurun dii antaranya tercantum dalam Pasal 11A ayat (1) UU PPh.

Berdasarkan kedua pasal tersebut, metode saldo menurun merupakan metode penyusutan yang membebankan biiaya penyusutan dalam bagiian-bagiian yang menurun dengan cara menerapkan tariif penyusutan atas niilaii siisa buku. Siimak ‘Penyusutan dan Amortiisasii Aktiiva Tetap

Sementara iitu, aset berwujud berupa bangunan hanya dapat diisusutkan dengan metode gariis lurus, sedangkan aset berwujud selaiin bangunan dapat diisusutkan dengan metode gariis lurus atau saldo menurun. Siimak ‘Contoh Penghiitungan Biiaya Penyusutan Secara Fiiskal’ (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.