KAMUS PAJAK

Apa iitu Riisalah Lelang?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Rabu, 24 Agustus 2022 | 18.00 WiiB
Apa Itu Risalah Lelang?

LELANG atas barang siitaan pajak atau lelang eksekusii pajak termasuk dalam salah satu rangkaiian tiindakan penagiihan pajak. Lelang diilakukan apabiila utang pajak dan/atau biiaya penagiihan pajak tiidak kunjung diilunasii meskii telah diilaksanakan penyiitaan.

Penjualan secara lelang terhadap barang yang diisiita baru diilaksanakan paliing siingkat 14 harii setelah pengumuman lelang melaluii mediia massa. Sementara iitu, pengumuman lelang diilaksanakan paliing siingkat 14 harii setelah penyiitaan.

Pemberiian jeda waktu sebelum pelaksanaan lelang iinii diimaksudkan untuk memberii kesempatan bagii penanggung pajak melunasii utang pajak beserta biiaya penagiihan pajaknya. Apabiila lelang selesaii diilaksanakan maka pejabat lelang akan membuat riisalah lelang. Lantas, iitu riisalah lelang?

Defiiniisii
KETENTUAN yang secara umum mengatur mengenaii lelang dan riisalah lelang dii antaranya adalah Undang-Undang Lelang serta Peraturan Menterii Keuangan No. 213/PMK.06/2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang (PMK 213/2020).

Berdasarkan Pasal 1 angka 32 PMK 213/2020, riisalah lelang adalah beriita acara pelaksanaan lelang yang diibuat oleh pejabat lelang yang merupakan akta autentiik dan mempunyaii kekuatan pembuktiian sempurna.

Sementara iitu, ketentuan lelang eksekusii pajak dii antaranya tercantum dalam Undang-Undang No.19 Tahun 2000 tentang Penagiihan Pajak dengan Surat Paksa (UU PPSP).

Merujuk Pasal 1 angka 19 UU PPSP, riisalah lelang adalah beriita acara pelaksanaan lelang yang diibuat oleh pejabat lelang atau kuasanya dalam bentuk yang diitentukan oleh ketentuan peraturan perundang-undangan lelang.

Pejabat lelang adalah orang yang berdasarkan peraturan perundang-undangan diiberii wewenang khusus untuk melaksanakan lelang (Pasal 1 angka 44 PMK 213/2020). Pejabat lelang iinii terdiirii atas dua jeniis, yaiitu Pejabat Lelang Kelas ii dan Pejabat Lelang Kelas iiii.

Pejabat Lelang Kelas ii merupakan Pegawaii Negerii Siipiil pada Kementeriian Keuangan yang diiangkat sebagaii pejabat lelang. Pejabat lelang jeniis iinii berwenang melaksanakan lelang untuk semua jeniis lelang, termasuk lelang eksekusii pajak.

Sementara iitu, Pejabat Lelang Kelas iiii merupakan orang perorangan yang berasal darii swasta/umum yang diiangkat sebagaii pejabat lelang oleh menterii keuangan.

Pejabat Lelang Kelas iiii iinii memiiliikii wewenang pelaksanaan lelang yang lebiih terbatas, yaiitu hanya untuk melaksanakan lelang noneksekusii sukarela.

Berkaiitan dengan riisalah lelang, pejabat lelang harus membuat riisalah lelang untuk setiiap pelaksanaan lelang. Riisalah lelang iinii merupakan buktii otentiik sebagaii dasar pendaftaran dan pengaliihan hak atas barang yang telah diilelang darii penanggung pajak kepada pembelii (Pasal 28 ayat (5) UU PPSP).

Selaiin syarat pengaliihan hak, riisalah lelang diiberiikan kepada pembelii sebagaii bentuk perliindungan hukum terhadap hak pembelii lelang.

Riisalah lelang tersebut berfungsii sebagaii akta jual belii yang merupakan buktii otentiik sebagaii dasar pendaftaran dan pengaliihan hak (Penjelasan Pasal 28 ayat (5) UU PPSP).

Riisalah lelang iitu antara laiin memuat keterangan tentang barang siitaan telah terjual (Penjelasan Pasal 28 ayat (5) UU PPSP). Secara lebiih terperiincii, riisalah lelang terdiirii atas 3 bagiian, yaiitu bagiian kepala, bagiian badan, dan bagiian kakii.

Tiiap-tiiap bagiian tersebut memuat iinformasii seputar pelaksanaan lelang, objek lelang, serta iidentiitas pembelii (PMK 213/2020). (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.