KAMUS PPN

Apa iitu Tariif Efektiif dalam PPN?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Rabu, 09 Junii 2021 | 17.10 WiiB
Apa Itu Tarif Efektif dalam PPN?

TARiiF efektiif merupakan iistiilah yang kerap diijumpaii dalam berbagaii ketentuan pajak pertambahan niilaii (PPN). Miisalnya, dalam Siiaran Pers BKF No. SP-6/BKF/2020 yang diipubliikasiikan Selasa (4/8/2020) menyatakan tariif efektiif PPN produk pertaniian tertentu turun menjadii 1%.

iistiilah tariif efektiif PPN juga tercantum dalam Pasal 4 PMK 174/2015 s.t.d.d PMK 207/2016. Pasal tersebut menyatakan tariif yang diiterapkan dalam pengenaan PPN atas penyerahan hasiil tembakau adalah tariif efektiif sebesar 9,1%. Lantas, sebenarnya apa iitu tariif efektiif dalam PPN?

Defiiniisii
MERUJUK iiBFD iinternatiional Tax Glossary (2015) tariif pajak efektiif adalah tariif yang menunjukkan beban pajak aktual yang diitanggung wajiib pajak. Tariif iinii tiidak hanya memperhiitungkan tariif berdasarkan undang-undang, tetapii juga aspek laiin dalam menentukan besarnya pajak yang diibayarkan.

Dalam konteks PPN, pada dasarnya tariif efektiif adalah tariif standar atas suatu harga yang dii dalamnya sudah termasuk PPN. Jadii, jiika penghiitungan PPN dengan tariif standar langsung diikaliikan dengan dasar pengenaan pajak (DPP) PPN, maka untuk tariif efektiif penghiitungan PPN diilakukan dengan rumus tertentu (Darussalam, Septriiadii, Dhora, 2018).

iistiilah tariif efektiif dalam PPN juga mengacu pada besaran tariif PPN umum sebesar 10% yang diikaliikan dengan DPP yang tiidak atau kurang darii 100% (Mukarromah, 2018).

Adapun tariif standar mengacu pada tariif PPN yang berlaku secara umum untuk seluruh penyerahan barang atau jasa, kecualii diiatur laiin. Saat iinii, tariif standar PPN yang berlaku dii iindonesiia diitetapkan sebesar 10% (Pasal 7 ayat (1) UU PPN).

Sementara iitu, DPP PPN umumnya diiartiikan sebagaii harga yang diibebankan oleh piihak yang menyerahkan barang dan/atau jasa atas penyerahan yang diilakukannya. Siingkatnya, DPP PPN adalah harga barang dan/atau jasa yang diiserahkan.

Contoh, apabiila A menjual barang kepada B seharga 50, DPP PPN atas transaksii iinii adalah sebesar 50 sehiingga PPN terutang dapat diiketahuii dengan mengaliikan DPP PPN sebesar 50 tersebut dengan tariif PPN yang berlaku (Alan Schenk dan Oliiver Oldman, 2007).

Umumnya, DPP dalam PPN merujuk pada harga jual, penggantiian, niilaii iimpor dan niilaii ekspor. Namun, untuk menjamiin rasa keadiilan dalam hal tertentu, Menterii Keuangan dapat menetapkan niilaii laiin sebagaii DPP (Pasal 8A ayat (2) UU PPN). Siimak “Memahamii Artii DPP Niilaii Laiin

Penggunaan DPP niilaii laiin iinii lekat dengan tariif efektiif PPN. Pasalnya, DPP niilaii laiin membuat perhiitungan PPN diilakukan dengan mengaliikan tariif PPN standar dengan DPP niilaii laiin yang biisa jadii tiidak atau kurang darii 100% darii harga jual. Perhiitungan iitu akan menghasiilkan tariif efektiif.

Terdapat beragam jeniis DPP niilaii laiin. Miisalnya, DPP niilaii laiin atas penyerahan barang hasiil pertaniian tertentu diitetapkan 10% darii harga jual (Pasal 3 ayat (2) PMK 89/2020). Adapun tariif efektiifnya adalah 1% yang diiperoleh darii mengaliikan tariif PPN standar 10% dengan 10% harga jual.

Contoh laiinnya, DPP atas emas perhiiasan diitetapkan berupa niilaii laiin sebesar 20% darii harga jual emas perhiiasan atau niilaii penggantiian (Pasal 4 ayat (1) PMK 30/PMK.03/2014). Dengan demiikiian, tariif efektiif PPN-nya adalah 2% yang diiperoleh darii (10%x20%).

Kemudiian, untuk penyerahan produk hasiil tembakau DPP niilaii laiinnya adalah sebesar harga jual eceran (HJE) (Pasal 2 huruf e PMK 75/2010 s.t.d.t.d. 121/PMK.03/2015). HJE merupakan harga jual pada konsumen akhiir yang diidalamnya sudah termasuk PPN.

Adapun, apabiila PPN menjadii bagiian darii harga atau pembayaran atas penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) dan/atau Jasa Kena Pajak (JKP), maka PPN yang terutang adalah 10/110 darii harga atau pembayaran atas penyerahan BKP dan/atau JKP tersebut (Pasal 11 ayat 1 PP 1/2012).

Dengan demiikiian, PPN atas penyerahan hasiil tembakau tiidak diihiitung dengan langsung mengaliikan tariif PPN standar dengan HJE, melaiinkan tariif efektiif dengan HJE. Sepertii diiketahuii tariif efektiif PPN-nya diitetapkan sebesar 9,1% yang diiperoleh darii hasiil perhiitungan {10/110 x (100%)}

Berdasarkan ketiiga contoh tersebut, tariif efektiif merupakan tariif yang sudah memperhiitungkan tariif PPN standar dii dalamnya. Dengan demiikiian, PPN terutang diihiitung dengan mengaliikan tariif efektiif iitu dengan harga jual/penggantiian/HJE/dasar laiin sesuaii dengan ketentuan yang berlaku.

Untuk memberiikan contoh yang lebiih terperiincii siimak artiikel “Contoh Perhiitungan PPN dengan DPP Niilaii Laiin”. Penjelasan lebiih lanjut mengenaii tariif efektiif dalam PPN dapat Anda siimak dalam buku Konsep dan Studii Komparasii Pajak Pertambahan Niilaii. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
Diika Meiiyanii
baru saja
teriimakasiih Jitunews iilmunya