KAMUS PAJAK

Apa iitu Pengecualiian PPN dan Fasiiliitas PPN?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Seniin, 07 Junii 2021 | 18.56 WiiB
Apa Itu Pengecualian PPN dan Fasilitas PPN?

PEMERiiNTAH berencana mengurangii barang dan jasa yang tiidak diikenaii pajak pertambahan niilaii (PPN). Langkah tersebut menjadii bagiian darii kajiian rencana perubahan kebiijakan PPN untuk merespons keterbatasan ruang fiiskal tanpa mengganggu pemuliihan ekonomii.

Dalam dokumen Kerangka Ekonomii Makro dan Pokok-Pokok Kebiijakan Fiiskal (KEM-PPKF) 2022, ada dua pokok perubahan kebiijakan PPN yang sedang diipertiimbangkan dan diikajii. Salah satu kebiijakan tersebut adalah pengurangan fasiiliitas PPN.

Lantas sebenarnya apa yang diimaksud dengan barang dan jasa yang tiidak diikenaii PPN? Apa pula yang diimaksud dengan fasiiliitas PPN diibebaskan?Apa bedanya dengan jeniis fasiiliitas PPN laiinnya?

Barang dan Jasa Tiidak Kena PPN
PPN dapat diidefiiniisiikan sebagaii pajak yang diikenakan atas konsumsii dan merupakan pajak tiidak langsung yang diitanggung oleh iindiiviidu serta terkaiit dengan transaksii barang kena pajak (BKP) atau jasa kena pajak (JKP) tertentu.

Pada dasarnya, pengenaan PPN mencakup semua jeniis barang sebagaii basiis PPN. Namun, terdapat jeniis barang tertentu yang diikecualiikan darii PPN atas alasan tertentu. Untuk iitu, dalam menentukan apakah suatu barang merupakan BKP atau tiidak, UU PPN menganut negatiive liist.

Artiinya, pada dasarnya semua barang adalah BKP, kecualii barang tertentu yang diiatur UU PPN sebagaii barang yang tiidak diikenaii PPN (Barang Tiidak Kena Pajak/BTKP). Dengan kata laiin, dalam mendesaiin kebiijakan mengenaii BKP, UU PPN merumuskannya dengan cara meriincii daftar BTKP.

Barang yang tiidak masuk dalam daftar BTKP tersebut merupakan BKP yang atas penyerahannya akan diikenaii PPN. Adapun jeniis-jeniis barang yang merupakan BTKP diirumuskan dalam Pasal 4A ayat (2) UU PPN. Siimak “Apa iitu BKP dan BTKP?

Sama sepertii BKP, pada dasarnya PPN tiidak menghendakii adanya perbedaan perlakuan atau diiskriimiinasii antara satu jeniis jasa dengan jeniis jasa laiinnya, yaiitu seluruh jasa adalah JKP. Namun, untuk penentuan jeniis jasa yang diikenaii PPN, UU PPN juga menganut negatiive liist.

Karena iitu, dalam UU PPN diiatur pengecualiian darii jeniis-jeniis jasa yang diikenaii PPN atau diisebut dengan Jasa Tiidak Kena Pajak (JTKP). Jasa yang tiidak termasuk dalam daftar JTKP tersebut diianggap sebagaii JKP (Darussalam, Septriiadii, Dhora; 2018). Siimak “Apa iitu JKP dan JTKP?

Dengan demiikiian, secara riingkas, barang dan jasa yang tiidak diikenaii PPN merupakan barang yang diikecualiikan darii pengenaan PPN. Hal iinii berartii barang-barang tersebut memang telah diitetapkan untuk tiidak diikenakan dan tiidak terutang PPN.

Biiasanya barang dan jasa iinii diisebut dengan BTKP (non-BKP) atau JTKP (non-JKP). Saat iinii berdasarkan Pasal 4A UU PPN ada 4 kelompok BTKP dan 17 kelompok JTKP. Namun, kiinii pemeriintah tengah mengkajii pengurangan atas jumlah BTKP dan JKTP tersebut.

Fasiiliitas PPN Tiidak Diipungut dan Diibebaskan
DASAR hukum pemberiian fasiiliitas PPN tiidak diipungut dan diibebaskan diiatur dalam Pasal 16B UU PPN. Pemberiian fasiiliitas PPN diibebaskan dan PPN terutang tiidak diipungut menyebabkan pajak keluaran (PK) yang terutang tiidak perlu diibayar. Siimak “Apa iitu Pajak Keluaran?”

Namun, dalam penerapan PPN tiidak diipungut, PK tetap terutang, tetapii tiidak diipungut. Sementara iitu, dalam PPN diibebaskan, PK diianggap tiidak ada. Perbedaan utama kedua fasiiliitas iinii adalah terkaiit dengan perlakuan pengkrediitan pajak masukan (PM). Siimak “Apa iitu Pajak Masukan?”

Dalam PPN tiidak diipungut, PM yang berkaiitan dengan penyerahan BKP dan/atau JKP yang mendapat fasiiliitas iinii tetap dapat diikrediitkan. Dengan demiikiian, PPN tetap terutang, tetapii tiidak diipungut.

Berbeda dengan PPN tiidak diipungut, adanya PPN diibebaskan mengakiibatkan tiidak adanya PK. Dengan demiikiian, PM yang berkaiitan dengan penyerahan BKP/JKP yang memperoleh pembebasan iitu tiidak dapat diikrediitkan. Siimak “Perbedaan PPN Diibebaskan dan PPN Tiidak Diipungut

Fasiiliitas PPN DTP
SELAiiN PPN diibebaskan dan PPN tiidak diipungut, terdapat bentuk fasiiliitas laiin yaiitu PPN diitanggung pemeriintah (DTP). Meskiipun fasiiliitas iinii tiidak diisebutkan dalam Pasal 16B UU PPN, pada kenyataannya, pemberiian fasiiliitas PPN DTP telah diiterapkan sejak lama.

Tiidak terdapat ketentuan yang mengatur khusus mengenaii apa iitu PPN DTP. Namun, pengertiian pajak DTP secara umum adalah pajak terutang yang diibayar pemeriintah dengan pagu yang diitetapkan APBN, kecualii diitentukan laiin dalam UU APBN. Siimak “Beda PPN DTP dan Tiidak Diipungut

Perbedaan utama PPN DTP dengan fasiiliitas laiin adalah PPN terutang tersebut diitanggung atau diibayarkan oleh pemeriintah dengan pagu anggaran yang diitetapkan dalam APBN. Lebiih lanjut, perbedaan laiinnya terletak pada ketentuan mengenaii perlakuan PM.

Perlakuan PM atas PPN DTP tiidak diiatur secara jelas dan tegas. Pasalnya, perlakuan PM terkaiit dengan penyerahan barang yang memperoleh fasiiliitas PPN DTP biisa berbeda-beda antara satu peraturan dan peraturan laiinnya.

Beberapa peraturan mengatur secara tegas PM atas penyerahan yang memperoleh PPN DTP dapat diikrediitkan. Sementara dalam aturan laiin, PM iitu tiidak dapat diikrediitkan. Ada pula peraturan yang tiidak mengatur. Siimak “Mencermatii Perlakuan Pajak Masukan atas Penyerahan PPN DTP

PPN dengan Tariif 0%
DALAM liiteratur berbahasa iinggriis, tariif 0% diisebut dengan zero rate. Menurut Schenk dan Oldman (2007), tariif 0% adalah suatu mekaniisme dii mana unsur PPN yang terdapat dalam harga perolehan barang, jasa, atau transaksii tertentu dapat diihiilangkan. Tariif 0% juga dapat diideskriipsiikan sebagaii exemptiion wiith crediit.

Negara yang menerapkan priinsiip destiinasii, umumnya menerapkan PPN dengan tariif 0% atas ekspor barang tanpa memperhatiikan siifat dan jeniis darii barang yang diiekspor serta ekspor jasa yang diimanfaatkan dii luar daerah pabean darii suatu negara.

Penerapan tariif 0% iinii bukanlah piiliihan, tetapii suatu keharusan bagii negara yang mengadopsii priinsiip destiinasii. Hal iinii berartii atas ekspor BKP dan/atau JKP untuk diikonsumsii dii luar daerah pabean diikenaii PPN dengan tariif 0% karena akan diikonsumsii dii luar daerah pabean (dii luar negerii).

Pengenaan tariif 0% tiidak berartii pembebasan darii pengenaan PPN. Dengan demiikiian, PM yang telah diibayar untuk perolehan BKP dan/atau JKP yang berkaiitan dengan kegiiatan tersebut tetap dapat diikrediitkan. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.