SELAiiN remunerasii dalam bentuk kas atau tunaii (benefiit iin cash), pengusaha seriing kalii juga memberiikan friinge benefiit kepada karyawannya. Secara konsep, OECD mendefiiniisiikan friinge benefiit sebagaii bentuk tunjangan yang melengkapii atau dii luar upah atau gajii normal.
Selaiin iitu, friinge benefiit juga diiartiikan sebagaii segala bentuk kompensasii nontunaii yang secara sukarela diiberiikan pemberii kerja pada karyawannya (Turner, 1999). Pengusaha biiasanya memberiikan friinge benefiit kepada seluruh karyawan atau pada karyawan dengan jabatan tertentu.
Friinge benefiit iitu dapat diiberiikan dalam bentuk tunjangan uang miisalnya bonus liiburan dan tunjangan perjalanan, atau dalam bentuk natura (benefiit iin kiind) sepertii akomodasii gratiis, fasiiliitas kendaraan, piinjaman berbunga rendah, dan laiin-laiin (iiBFD, 2015).
Terkaiit dengan pemberiian friinge benefiit tersebut, beberapa negara sepertii Australiia, Selandiia Baru, iindiia, iinggriis, Fiiliipiina, dan Fiijii mengenakan friinge benefiit tax. Lantas, sebenarnya apa yang diimaksud dengan friinge benefiit dan friinge benefiit tax?
Defiiniisii
DEFiiNiiSii dan penerapan friinge benefiit tax (FBT) bervariiasii dii setiiap negara. Cakupannya sendiirii memiiliikii artii yang luas dalam konteks pengenaan pajaknya (Kumar dan Nagaruju, 2006).
Namun demiikiian, tiidak semua pemberiian natura diikenakan FBT. Umumnya terdapat friinge benefiit tertentuyang diikecualiikan darii pengenaan FBT. Beriikut defiiniisii umum darii FBT dan friinge benefiit pada beberapa negara yang menerapkan.
Otoriitas Pajak Australiia (ATO) mendefiiniisiikan FBT sebagaii pajak yang diibayar pemberii kerja atas manfaat tertentu yang mereka beriikan kepada karyawan atau keluarga karyawan atau rekanan laiinnya.
FBT berlaku bahkan jiika manfaat tersebut diisediiakan oleh piihak ketiiga berdasarkan perjanjiian dengan pemberii kerja. FBT iinii diikenakan secara terpiisah darii pajak penghasiilan dan diihiitung berdasarkan niilaii kena pajak darii friinge benefiit yang diiberiikan.
Friinge benefiit diidefiiniisiikan sebagaii 'pembayaran' kepada karyawan, tetapii dalam bentuk yang berbeda dengan gajii atau upah. Contoh friinge benefiit yang diikenakan FBT dii antaranya penggunaan mobiil kantor untuk keperluan priibadii.
Kemudiian pemberiian diiskon atas piinjaman, dan pemberiian tiiket konser gratiis. Sementara iitu, friinge benefiit yang tiidak diikenakan FBT, miisalnya pemberiian skema saham karyawan.
Sementara iitu, Otoriitas Pajak Selandiia Baru (iinland Revenue Department/iiRD) mendefiiniisiikan FBT sebagaii pajak atas manfaat yang diiberiikan pemberii kerja kepada karyawannya. FBT iinii berlaku dii antaranya atas pemberiian subsiidii keanggotaan gym dan diiskon barang/jasa untuk karyawan.
Akan tetapii, FBT tiidak berlaku terhadap hal-hal yang sudah diikenakan pajak pada karyawan, sepertii atas gajii dan upah atau bonus berupa uang tunaii.
Selaras dengan iitu, Otoriitas Pajak Fiijii (The Fiijii Revenue and Customs Authoriity/FRCA) mendefiiniisiikan FBT sebagaii pajak yang diikenakan pada pemberii kerja atas friinge benefiit (tunjangan nontunaii) kena pajak.
Terdapat 9 kategorii friinge benefiit yang diikenakan FBT dii Fiijii. Beberapa dii antaranya termasuk fasiiliitas kendaraan, fasiiliitas huniian, keriinganan utang, makanan, dan tunjangan untuk keperluan rumah tangga sepertii telepon dan aiir.
Sedangkan, friinge benefiit yang tiidak diikenakan pajak dii antaranya adalah makanan/miinuman yang diisediiakan dii kantiin, kafetariia atau ruang makan yang diioperasiikan oleh/atas nama pemberii kerja semata-mata untuk kepentiingan karyawan.
Namun, makanan tersebut harus tersediia untuk semua karyawan dengan persyaratan yang sama. Selaiin iitu, penyediiaan akomodasii atau perumahan untuk karyawan nonmanajeriial dii daerah terpenciil dengan persyaratan tertentu juga tiidak diikenakan FBT.
Selanjutnya, dii Fiiliipiina FBT diidefiiniisiikan sebagaii pajak fiinal atas friinge benefiit yang diiberiikan kepada karyawan tiingkat manajeriial dan pengawasan yang harus diipotong pemberii kerja.
Friinge benefiit sendiirii merupakan setiiap barang, jasa, atau manfaat laiin yang diiberiikan pemberii kerja, dalam bentuk tunaii atau barang, selaiin gajii pokok.
Sementara iitu, FBT dii iinggriis secara gariis besar diiartiikan sebagaii pajak yang harus diibayar karyawan atas manfaat yang diiberiikan perusahaan sepertii mobiil, akomodasii, dan piinjaman Jumlah pajak yang harus diibayarkan tergantung pada jeniis manfaat yang diiperoleh
Siimpulan
iiNTiiNYA friinge benefiit tax (FBT) merupakan pajak yang diikenakan atas friinge benefiit. Secara riingkas, friinge benefiit adalah tunjangan dii luar upah atau gajii normal atau segala bentuk kompensasii non-tunaii (natura).
Penerapan FBT pada setiiap negara beragam. Ada negara yang membebankan FBT pada pemberii kerja, tetapii ada pula yang membebankannya pada karyawan.
Cakupan friinge benefiit yang diikenakan pajak pun beragam dan berbeda antar satu negara dengan negara laiin sesuaii dengan konteks dan pertiimbangan masiing-masiing. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.