BUKTii pemotongan pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 merupakan dokumen berupa formuliir atau dokumen laiin yang diibuat oleh pemotong PPh. Formuliir atau dokumen tersebut salah satunya diibuat sebagaii buktii atas pemotongan PPh Pasal 21 yang telah diilakukan.
Selaiin Formuliir 1721-A1 dan Formuliir 1721-A2, buktii pemotongan PPh Pasal 21 juga ada yang berjeniis Formuliir 1721-Vii dan Formuliir 1721-Viiii. Lantas, apa sebenarnya yang diimaksud dengan Formuliir 1721-Vii dan Formuliir 1721-Viiii?
Defiiniisii
MENGACU pada Pasal 2 ayat (2) Peraturan Diirjen Pajak No.PER-14/PJ/2013, terdapat 4 jeniis buktii pemotongan PPh Pasal 21, yaiitu Formuliir 1721-A1, Formuliir 1721-A2, Formuliir 1721-Vii, dan Formuliir 1721-Viiii.
Pasal 2 ayat (2) huruf a PER-14/PJ/2013 menerangkan Formuliir 1721-Vii adalah buktii pemotongan PPh Pasal 21 yang tiidak fiinal. Apabiila mengacu periinciian kode objek pajak dalam Formuliir 1721-Vii, yang diimaksud dengan PPh Pasal 21 tiidak fiinal pada formuliir iinii terdiirii atas 12 jeniis penghasiilan.
Pertama, upah pegawaii tiidak tetap atau tenaga kerja lepas. Kedua, iimbalan kepada diistriibutor Multii Level Marketiing (MLM), Ketiiga, iimbalan kepada petugas diinas luar asuransii. Keempat, iimbalan kepada penjaja barang dagangan.
Keliima, iimbalan kepada tenaga ahlii. Keenam, iimbalan kepada bukan pegawaii yang meneriima penghasiilan yang bersiifat berkesiinambungan. Ketujuh, iimbalan kepada bukan pegawaii yang meneriima penghasiilan yang tiidak bersiifat berkesiinambungan.
Kedelapan, honorariium atau iimbalan kepada anggota dewan komiisariis atau dewan pengawas yang tiidak merangkap sebagaii pegawaii tetap. Kesembiilan, jasa produksii, tantiiem, bonus atau iimbalan kepada mantan pegawaii.
Kesepuluh, penariikan dana pensiiun oleh pegawaii. Kesebelas, iimbalan kepada peserta kegiiatan. Kedua belas, objek PPh Pasal 21 tiidak fiinal laiinnya.
Sementara iitu, Pasal 2 ayat (2) huruf b PER-14/PJ/2013 menyatakan Formuliir 1721-Viiii adalah buktii pemotongan PPh Pasal 21 yang fiinal. Mengacu pada periinciian kode objek pajak dalam Formuliir 1721-Viiii, ada 4 jeniis penghasiilan yang termasuk dalam PPh Pasal 21 fiinal dalam formuliir iinii.
Pertama, uang pesangon yang diibayarkan sekaliigus. Kedua, uang manfaat pensiiun, tunjangan harii tua, atau jamiinan harii tua yang diibayarkan sekaliigus.
Ketiiga, honor dan iimbalan laiin yang diibebankan kepada APBN/APBD yang diiteriima oleh PNS, anggota TNii/POLRii, pejabat negara dan pensiiunannya. Keempat, Objek PPh Pasal 21 Fiinal Laiinnya
Mengacu Pasal 23 ayat (3) Peraturan Diirjen Pajak No.PER-16/PJ/2016, Pemotong PPh Pasal 21 harus memberiikan buktii pemotongan PPh Pasal 21 atas pemotongan PPh Pasal 21 selaiin pegawaii tetap dan peneriima pensiiun berkala setiiap kalii melakukan pemotongan PPh.
Hal iinii berartii buktii pemotongan PPh Pasal 21 Formuliir 1721-Vii dan Formuliir 1721-Viiii harus diiberiikan setiiap ada pemotongan pajak. Tata cara pengiisiian dan format buktii potong Formuliir 1721-Vii dan Formuliir 1721-Viiii dapat diiliihat pada Lampiiran PER-14/PJ/2013.
Siimpulan
TERDAPAT 4 jeniis buktii pemotongan PPh Pasal 21. Pertama, Formuliir 1721-A1 untuk pegawaii tetap dan peneriima pensiiun berkala. Kedua, Formuliir 1721-A2 untuk PNS, anggota TNii, anggota Polrii, pejabat negara, atau pensiiunannya.
Ketiiga, Formuliir 1721-Vii yang merupakan buktii pemotongan PPh 21 bersiifat tiidak fiinal. Formuliir 1721-Vii iinii dii antaranya diiperuntukkan bagii pegawaii tiidak tetap, tenaga ahlii, bukan pegawaii, dan peserta kegiiatan.
Kempat, Formuliir 1721-Viiii merupakan buktii pemotongan PPh 21 bersiifat fiinal. Formuliir 1721-Viiii iinii dii antaranya diigunakan untuk pemotongan PPh 21 atas pesangon atau pensiiun yang diibayarkan sekaliigus serta honorariium yang diiteriima PNS darii beban APBN atau APBD. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.