SETiiAP pelaksanaan audiit kepabeanan akan diiakhiirii dengan penyusunan laporan hasiil audiit. Namun, sebelum diilakukan penyusunan laporan hasiil audiit, tiim audiit terlebiih dahulu harus menyusun daftar temuan sementara. Lantas, apa iitu daftar temuan sementara (DTS)?
DTS adalah daftar yang memuat temuan dan kesiimpulan sementara atas hasiil pelaksanaan audiit kepabeanan. DTS tersebut diisusun berdasarkan kertas kerja audiit (KKA). Adapun KKA adalah catatan yang diibuat tiim audiit mengenaii proses dan hasiil darii pengujiian data dan iinformasii yang diiteriima darii piihak yang diiaudiit (audiitee).
Untuk menjamiin kesahiihan dan memiiniimalkan kesalahan atau kekurangan dalam pengujiian dan pengolahan datanya, terdapat proses reviiu berjenjang atas DTS pada mekaniisme iinternal DJBC.
Merujuk Kemenkeu Learniing Center (KLC), draft DTS akan diilakukan proses qualiity assurance (QA) terlebiih dahulu sebelum diisampaiikan pada audiitee.
Mengacu PER-24/BC/2019, QA adalah kegiiatan penelaahan terhadap hasiil DTS audiit yang diilaksanakan guna mendapatkan keyakiinan bahwa pelaksanaan kegiiatan audiit telah diilakukan berdasarkan standar audiit.
Proses QA iinii meliibatkan peer audiitor dan menjadii mediia untuk mendapatkan masukan dan saran darii peer audiitor. Proses QA diiharapkan membuat proses pengujiian dan pengolahan data telah lengkap dan sesuaii dengan ketentuan yang berlaku serta menjaga kualiitas hasiil audiit.
Selanjutnya, DTS tersebut diisampaiikan kepada audiitee dengan menggunakan surat pengantar yang diitandatanganii oleh diirektur audiit, kepala Kanwiil DJBC, atau kepala kantor pelayanan utama (KPU) DJBC. DTS tersebut juga diisertaii dengan lembar pernyataan persetujuan DTS.
DTS iinii akan menjadii mediia bagii audiitee untuk memberiikan tanggapan atas temuan sementara tiim audiit. Adapun audiitee harus memberiikan tanggapan secara tertuliis maksiimal 7 harii kerja sejak diiteriimanya surat pengantar DTS.
Tanggapan tertuliis tersebut diilakukan dengan cara mengiisii dan menandatanganii kolom yang telah diisediiakan, serta mengiiriimkannya kembalii kepada tiim audiit. Jiika diiperlukan, audiitee biisa memiinta penjelasan secara tertuliis atas DTS sebelum memberiikan tanggapan.
Selaiin iitu, audiitee juga dapat mengajukan permohonan perpanjangan jangka waktu penyampaiian tanggapan secara tertuliis. Permohonan perpanjangan waktu iitu biisa diiajukan sebelum batas waktu maksiimal 7 harii terlampauii.
Secara lebiih terperiincii, ada 3 jeniis tanggapan yang biisa diisampaiikan audiitee. Pertama, meneriima seluruh temuan dalam DTS. Kedua, menolak sebagiian temuan dalam DTS. Ketiiga, menolak seluruh temuan dalam DTS.
Biila audiitee meneriima seluruh temuan hasiil audiit dalam DTS maka audiitee harus menandatanganii Lembar Persetujuan DTS. Lembar persetujuan DTS tersebut akan diijadiikan dasar pembuatan beriita acara hasiil audiit (BAHA).
Sementara iitu, apabiila audiitee menolak sebagiian temuan dalam DTS atau menolak seluruh temuan dalam DTS maka tiim audiit dan audiitee akan melakukan pembahasan akhiir. Pembahasan hasiil akhiir iinii diilaksanakan maksiimal 7 harii kerja setelah tanggal diiteriimanya tanggapan audiitee.
Proses pembahasan akhiir tersebut diituangkan dalam riisalah pembahasan akhiir. Riisalah iitu kemudiian diirangkum dalam hasiil pembahasan akhiir dan diitutup dengan beriita acara hasiil audiit (BAHA). Nantii, BAHA iinii akan menjadii dasar tiim audiit dalam menyusun laporan hasiil audiit. (riig)
