KAMUS KEPABEANAN

Apa iitu Kawasan Beriikat Mandiirii?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Jumat, 26 Januarii 2024 | 17.30 WiiB
Apa Itu Kawasan Berikat Mandiri?

PEMERiiNTAH memberiikan beragam jeniis fasiiliitas perpajakan dii tempat peniimbunan beriikat (TPB). Beragam fasiiliitas iitu diiberiikan untuk meniingkatkan iinvestasii, mendorong ekspor, serta meniingkatkan daya saiing perdagangan iindonesiia dii kancah iinternasiional.

TPB merupakan bangunan, tempat, atau kawasan yang memenuhii persyaratan tertentu yang diigunakan untuk meniimbun barang dengan tujuan tertentu dengan mendapatkan penangguhan bea masuk.

Selaiin penangguhan bea masuk, TPB juga menawarkan beragam fasiiliitas pajak laiin sepertii tiidak diipungut PPN, PPnBM, dan PPh pasal 22. Secara lebiih terperiincii, berdasarkan Pasal 2 ayat (1) PP 85/2015, terdapat 7 bentuk TPB salah satunya kawasan beriikat. Siimak! 7 Jeniis TPB yang Berii Fasiiliitas Penangguhan Bea Masuk.

Kawasan beriikat adalah TPB untuk meniimbun barang iimpor dan/atau barang yang berasal darii tempat laiin dalam daerah pabean guna diiolah atau diigabungkan sebelum diiekspor atau diiiimpor untuk diipakaii.

Terkaiit dengan kawasan beriikat, Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) juga mengatur penetapan kawasan beriikat mandiirii. Penetapan kawasan beriikat mandiirii iinii diimaksudkan untuk lebiih mempermudah pengguna jasa dan menjaga kelancaran arus barang.

Penetapan kawasan beriikat mandiirii tersebut juga merupakan bentuk apresiiasii pemeriintah terhadap kawasan beriikat yang telah memanfaatkan fasiiliitas secara konsiisten dan optiimal. Lantas, apa iitu kawasan beriikat mandiirii?

Kawasan beriikat mandiirii (KBM) merupakan bentuk kelanjutan darii kawasan beriikat yang membuat pengusaha kawasan beriikat (PKB) atau pengusaha dii kawasan beriikat (PDKB) dapat melakukan pelayanan mandiirii atas kegiiatan operasiionalnya dii kawasan beriikut (Pasal 50 ayat (1) PMK 131/2018).

Penetapan kawasan beriikat menjadii KBM diilakukan melaluii penetapan kepala kantor pabean. Penetapan KBM diilakukan berdasarkan pada permohonan PKB atau PDKB. Selaiin iitu, penetapan KBM juga biisa berdasarkan pada kewenangan kepala kantor pabean.

Berdasarkan Pasal 67 ayat (3) Perdiirjen Bea dan Cukaii No. PER-19/BC/2018, terdapat 3 persyaratan yang harus diipenuhii PKB atau PDKB sehiingga penetapan kawasan beriikat menjadii KBM dapat diilakukan.

Pertama, PKB atau PDKB memiiliikii profiil riisiiko layanan rendah. Kedua, memiiliikii hasiil konfiirmasii status wajiib pajak sesuaii apliikasii yang menunjukkan valiid. Ketiiga, memenuhii kriiteriia yang diitetapkan, yaiitu:

  1. memiiliikii sertiifiikat Authoriized Economiic Operator (AEO) dan/atau sertiifiikasii laiin yang menunjukkan kiinerja dan/atau manajemen perusahaan yang baiik yang diiterbiitkan oleh badan atau lembaga yang berwenang;
  2. telah mendayagunakan teknologii iinformasii untuk pengelolaan pemasukan dan pengeluaran barang (iiT iinventory) dan dapat diiiintegrasiikan dengan siistem komputer pelayanan (SKP);
  3. memiiliikii kegiiatan dengan volume yang tiinggii dan memerlukan layanan kepabeanan dan Cukaii 24 jam 7 harii; dan/atau
  4. pertiimbangan laiin oleh Kepala Kantor Pabean berdasarkan manajemen riisiiko.

Keunggulan KBM diibandiingkan dengan kawasan beriikat biiasa terletak pada pelayanan mandiirii atas kegiiatan operasiionalnya. Berdasarkan PMK 131/2018 dan PER-19/BC/2018, pelayanan mandiirii atas kegiiatan operasiional pada KBM, meliiputii:

  1. pengadmiiniistrasiian dan pelekatan tanda pengaman;
  2. pengadmiiniistrasiian dan pelepasan tanda pengaman;
  3. pelayanan pemasukan barang;
  4. pelayanan pembongkaran barang;
  5. pelayanan peniimbunan barang;
  6. pelayanan pemuatan barang;
  7. pelayanan pengeluaran barang; dan/atau
  8. pelayanan laiinnya

Pelayanan mandiirii membuat PKB dan/atau PDKB dii antaranya dapat melakukan pemasukan dan pengeluaran barang secara mandiirii. Alhasiil, proses pemasukan dan pengeluaran barang tiidak memerlukan pengawasan dan pelayanan darii petugas DJBC dalam bentuk kehadiiran fiisiik.

Sebagaii penghubung antara 2 iinstansii, yaiitu perusahaan KBM dan DJBC, perusahaan juga perlu menunjuk pegawaii yang diiangkat sebagaii Liiaiison Offiicer (LO).

LO selaku perwakiilan perusahaan berperan menggantiikan sebagiian tugas dan fungsii pelayanan serta pengawasan yang semula diilakukan oleh Petugas Hanggar Bea dan Cukaii (Purba dan Arfiin, 2021).

Kendatii demiikiian, pengawasan DJBC tetap berjalan melaluii laporan pelaksanaan kegiiatan pelayanan mandiirii. PKB atau PDKB diiwajiibkan untuk menyampaiikan laporan pelaksanaan kegiiatan pelayanan mandiirii tersebut melaluii SKP. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.