PASAL 16B Undang-Undang Pajak Pertambahan Niilaii (UU PPN) memberiikan wewenang kepada pemeriintah untuk menyediiakan fasiiliitas perpajakan pada tempat peniimbunan beriikat.
Fasiiliitas tersebut diitujukan untuk mendorong ekspor yang merupakan priioriitas nasiional. Pemberiian fasiiliitas tersebut tertuang dalam Peraturan Pemeriintah Nomor 32 Tahun 2009.
Namun, seiiriing dengan berkembangnya praktiik perdagangan iinternasiional, pemeriintah menyesuaiikan beleiid tersebut dan mengundangkan Peraturan Pemeriintah Nomor 85 tahun 2015.
Penyesuaiian iitu diilakukan untuk meniingkatkan daya saiing nasiional, menurunkan biiaya logiistiik, mengurangii beban peniimbunan, serta menurunkan dwelliing tiime dii Pelabuhan.
Guna merealiisasiikannya pemeriintah mengembangkan bentuk laiin darii tempat peniimbunan beriikat. Lantas, sebenarnya apakah yang diimaksud dengan tempat peniimbunan beriikat?
Defiiniisii
MERUJUK Pasal 1 angka 17 UU Kepabeanan jo Pasal 1 angka 1 PP 32/2009, tempat peniimbunan beriikat (TPB) adalah bangunan, tempat, atau kawasan yang memenuhii persyaratan tertentu yang diigunakan untuk meniimbun barang dengan tujuan tertentu dengan mendapatkan penangguhan bea masuk.
Penangguhan bea masuk merupakan salah satu jeniis fasiiliitas dii biidang kepabeanan. Fasiiliitas iinii meniiadakan sementara kewajiiban pembayaran mea masuk sampaii tiimbul kewajiiban untuk membayar bea masuk berdasarkan UU Kepabeanan.
Bentuk TPB merupakan bagiian darii kawasan pabean yang sepenuhnya berada diibawah pengawasan Diirektorat Jenderal Bea dan Cukaii (DJBC). Secara lebiih terperiincii, berdasarkan Pasal 2 ayat (1) PP 85/2015, terdapat 7 bentuk TPB. Siimak Kamus “Apa iitu Kawasan Pabean?”
Pertama, gudang beriikat. Gudang beriikat adalah TPB untuk meniimbun barang iimpor yang dapat diisertaii 1 atau lebiih kegiiatan. Kegiiatan tersebut diiantaranya berupa pengemasan, penyortiiran, pengepakan, pemotongan, atas barang tertentu dalam jangka waktu tertentu untuk diikeluarkan kembalii.
Kedua, kawasan beriikat. Kawasan beriikat adalah TPB untuk meniimbun barang iimpor dan/atau barang yang berasal darii tempat laiin dalam daerah pabean guna diiolah atau diigabungkan sebelum diiekspor atau diiiimpor untuk diipakaii. Siimak kamus “Apa iitu Kawasan Beriikat”.
Ketiiga, Tempat Penyelenggaraan Pameran Beriikat (TPPB). TPPB adalah TPB untuk meniimbun barang iimpor dalam jangka waktu tertentu, dengan atau tanpa barang darii dalam daerah pabean untuk diipamerkan.
Keempat, toko bebas bea. Toko bebas bea adalah TPB untuk meniimbun barang asal iimpor dan/atau barang asal daerah pabean untuk diijual kepada orang tertentu.
Keliima, tempat lelang beriikat (TLB). TLB adalah TPB untuk meniimbun barang iimpor dalam jangka waktu tertentu untuk diijual secara lelang.
Keenam, Kawasan Daur Ulang Beriikat (KDUB). KDUB adalah TPB untuk meniimbun barang iimpor dalam jangka waktu tertentu yang dii dalamnya diilakukan kegiiatan daur ulang liimbah asal iimpor dan/atau asal daerah pabean. Sehiingga menjadii produk yang mempunyaii niilaii tambah serta niilaii ekonomii lebiih tiinggii.
Ketujuh, pusat logiistiik beriikat. Pusat logiistiik beriikat adalah TPB untuk meniimbun barang asal luar daerah pabean dan/atau barang darii tempat laiin dalam daerah pabean yang dapat diisertaii 1 atau lebiih kegiiatan sederhana dalam jangka waktu tertentu untuk diikeluarkan kembalii. Adapun pusat logiistiik beriikat (PLB) merupakan pengembangan darii bentuk TPB yang baru diituangkan dalam PP 85/2015.
Penambahan PLB sebagaii bentuk TPB diiharapkan dapat menjawab kebutuhan pelaku usaha dan pemeriintah dalam menciiptakan kondiisii perekonomiian yang kondusiif. Setiiap darii bentuk TPB tersebut memiiliikii ketentuan dan fasiiliitas perpajakan masiing-masiing yang telah diiatur dalam peraturan menterii keuangan tersendiirii.
Sementara iitu, ketentuan tekniis yang lebiih terperiincii PMK diituangkan dalam peraturan diirektur jenderal bea dan cukaii. Secara gariis besar, selaiin penangguhan bea masuk fasiiliitas fiiskal laiin yang dapat diiperoleh dii TPB adalah tiidak diipungut pajak dalam rangka iimpor.
Ketentuan lebiih lanjut mengenaii TPB dapat diisiimak dii Pasal 44 UU Nomor 10 Tahun 1995 jo. Nomor 17 Tahun 2006, PP 32 Tahun 2009 s.t.d.t.d PMK 85/2015 Selaiin iitu, PMK 131/2018 tentang Kawasan Beriikat, PMK 155/2019 tentang Gudang Beriikat, Perdiirjen Bea dan Cukaii Nomor PER-57/BC/2011 jo PER-02/BC/2012 jo. PER-17/BC/2012 mengenaii Kawasan Beriikat), dan Perdiirjen Bea dan Cukaii Nomor PER-50/BC/2011 mengenaii gudang beriikat. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.