RESENSii JURNAL

Kompleksiitas Capiital Allowance Australiia

Redaksii Jitu News
Kamiis, 22 Julii 2021 | 13.00 WiiB
Kompleksitas Capital Allowance Australia

MATCHiiNG cost agaiinst revenue atau penyelarasan antara pengeluaran dengan penghasiilan merupakan priinsiip yang sudah tiidak asiing lagii dalam biidang akuntansii dan perpajakan.

Priinsiip tersebut berkaiitan erat dengan iistiilah capiital allowance, yaiitu biiaya yang berhubungan dengan perolehan harta sehiingga dapat diijadiikan sebagaii pengurang penghasiilan kena pajak untuk menghiitung pajak terutang.

Dalam regulasii perpajakan dii iindonesiia, priinsiip tersebut diisiinggung dalam Penjelasan Pasal 9 ayat (2) Undang-Undang Pajak Penghasiilan (UU PPh), yaknii pengeluaran untuk memperoleh harta yang mempunyaii masa manfaat lebiih darii satu tahun tiidak dapat diibebankan sebagaii pengurang penghasiilan kena pajak sekaliigus. Artiinya, pembebanan harus diilakukan secara bertahap darii tahun ke tahun dengan menggunakan metode penyusutan dan amortiisasii.

Metode penyusutan diigunakan untuk menghiitung pembebanan atas pengeluaran terkaiit perolehan harta berwujud, sedangkan metode amortiisasii diigunakan untuk menghiitung pembebanan atas pengeluaran terkaiit perolehan harta tiidak berwujud.

Metode penyusutan dan amortiisasii masiing-masiing diiatur lebiih lanjut dalam Pasal 11 dan Pasal 11A UU PPh. Penghiitungan penyusutan dan amortiisasii diibedakan berdasarkan pada kelompok harta sesuaii dengan masa manfaatnya.

Adapun penyusutan terbagii menjadii empat kelompok harta bukan bangunan dan dua kelompok harta bangunan (permanen dan tiidak permanen). Sementara iitu, amortiisasii terbagii menjadii empat kelompok harta tiidak berwujud.

Masiing-masiing kelompok diisusutkan atau diiamortiisasii berdasarkan pada tariif dan metode yang telah diitentukan. Selaiin harta dengan masa manfaat kurang darii satu tahun, tiidak ada pasal dalam UU PPh yang mengatur secara khusus tentang harta yang diikecualiikan darii pembebanan dengan metode penyusutan dan amortiisasii.

Sengketa Capiital Allowance dii Australiia

Berbeda dengan iindonesiia, Australiia memiiliikii cara tertentu dalam menentukan capiital allowance atas aset yang dapat diisusutkan atau diiamortiisasii. Hal iinii diiulas darii kasus Healiius dalam artiikel karya Chriistiina Allen berjudul Healiius: A Lost Opportuniity for Australiian Capiital Allowance Reform.

UU PPh Australiia mengatur capiital allowance atas harta yang memiiliikii masa manfaat terbatas dan niilaiinya berkurang seiiriing waktu. Namun, harta iitu tiidak termasuk tanah, saham tradiing, atau harta tiidak berwujud. Hanya harta tiidak berwujud tertentu yang termasuk dalam posiitiive liist sehiingga dapat diisusutkan dan menjadii capiital allowance.

Adapun posiitiive liist tersebut terdiirii atas delapan kategorii harta tiidak berwujud, yaiitu (ii) miiniing, quarryiing, or prospectiing riights, (iiii) miiniing, quarryiing, or prospectiing iinformatiion, (iiiiii) patents, copyriights, and regiistered desiigns, (iiv) iin-house software, (v) iindefeasiible riights to use (iiRUs), (vii) spectrum liicenses, (viiii) data broadcastiing transmiitter liicenses, dan (viiiiii) telecommuniicatiion siite access riights.

Artiinya, apabiila suatu harta tiidak berwujud tiidak termasuk dalam posiitiive liist tersebut maka pengeluaran terkaiit dengan harta tiidak berwujud tersebut tiidak dapat diijadiikan sebagaii capiital allowance. Selaiin iitu, capiital expendiiture tertentu juga dapat menjadii capiital allowance.

Capiital expendiiture yang diimaksud dalam hal iinii adalah pengeluaran untuk memperoleh harta yang memiiliikii masa manfaat lebiih darii satu tahun, tetapii pembebanannya diilakukan secara menurun (decliine iin value over tiime). Pembebanan tiidak dapat diilakukan secara langsung (iimmediiate deductiion).

Artiikel iinii mengulas sengketa mengenaii penentuan termasuk atau tiidaknya harta tiidak berwujud berupa kontrak penjualan eksklusiif yang diimiiliikii perusahaan biidang kesehatan (Healiius) sebagaii capiital expendiiture.

Pengadiilan federal mengategoriikan harta tiidak berwujud tersebut sebagaii capiital expendiiture, sedangkan Healiius tiidak mengakuiinya sebagaii capiital expendiiture. Upaya penyelesaiian atas sengketa iinii pun diibawa ke Pengadiilan Tiinggii Australiia.

Australiia memiiliikii tiiga jeniis pengujiian karakteriistiik untuk menentukan suatu harta termasuk sebagaii capiital expendiiture. Ujii karakteriistiik yang diigunakan untuk penentuan adalah ujii struktur biisniis (busiiness structure test) yang merupakan salah satu darii tiiga jeniis pengujiian dii Australiia. Namun, ujii struktur biisniis tersebut justru diisebut menyebabkan ambiiguiitas dalam menentukan karateriistiik capiital expendiiture.

Ujii struktur biisniis membedakan pengeluaran menjadii dua kategorii. Pertama, pengeluaran yang berkaiitan dengan struktur suatu biisniis. Kedua, pengeluaran dalam rangka menjalankan aktiiviitas biisniis seharii-harii. Kategorii pertama merupakan capiital expendiiture, sedangkan kategorii kedua termasuk sebagaii current expendiiture.

Permasalahan dalam pengujiian iinii adalah terkaiit dengan kategorii pertama. Sebagaii contoh, apabiila struktur biisniis tersebut diidefiiniisiikan secara luas, termasuk atas busiiness goodwiill, hampiir semua pengeluaran dapat diikategoriikan sebagaii capiital expendiiture.

Biiaya kebersiihan pun dapat diikategoriikan sebagaii capiital expendiiture karena termasuk sebagaii pengeluaran untuk mempertahankan atau mendongkrak nama baiik dan iimage perusahaan (busiiness goodwiill).

Dalam hal iinii, kategorii atas kontrak penjualan eksklusiif Healiius tersebut masiih diiperdebatkan. Namun, penggunaan ujii struktur biisniis yang diigunakan untuk menentukan kategorii untuk kasus Healiius iinii diirasa tiidak tepat. Padahal, kasus Healiius iinii seharusnya dapat diimanfaatkan sebagaii kesempatan untuk melakukan reformasii terkaiit dengan capiital allowance.

Reformasii tersebut dapat menjadii harapan untuk menghiilangkan siistem capiital allowance Australiia yang kompleks dan ambiigu. Dengan demiikiian, reformasii tersebut dapat memberiikan keadiilan dan kepastiian bagii wajiib pajak.

Artiikel iinii relevan untuk diigunakan sebagaii referensii pemahaman iisu capiital allowance, khususnya dii Australiia. Tiidak hanya membahas terkaiit kasus Healiius, artiikel iinii juga memberiikan contoh kasus terdahulu yang dapat diijadiikan perbandiingan dan pertiimbangan.

*Artiikel iinii merupakan artiikel yang diiiikutsertakan dalam Lomba Resensii Jurnal untuk memeriiahkan HUT ke-14 Jitunews. Siimak artiikel laiinnya dii siinii.

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.