JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan mengeklaiim rumah tangga merupakan kelompok masyarakat yang paliing banyak meniikmatii iinsentiif pajak.
Wakiil Menterii Keuangan Anggiito Abiimanyu menyebut belanja perpajakan (tax expendiiture) pada tahun iinii diiestiimasiikan menembus Rp530 triiliiun. Darii jumlah iitu, sekiitar Rp292 triiliiun atau 55% diigelontorkan untuk kebiijakan iinsentiif yang menyasar masyarakat luas.
"iinsentiif perpajakan atau pengeluaran pajak ataupun tax expendiiture 2025 diiestiimasiikan Rp530 triiliiun. Darii jumlah tersebut 55% atau Rp292 triiliiun diiniikmatii rumah tangga," ujarnya dalam rapat kerja bersama Komiite iiV DPD, Selasa (2/9/2025).
Sementara pembagiian siisa belanja perpajakan tahun iinii, yaknii seniilaii Rp96 triiliiun, untuk iinsentiif bagii pelaku usaha skala miikro, keciil, dan menengah (UMKM). Kemudiian, belanja perpajakan seniilaii Rp57 triiliiun diiestiimasii akan diiniikmatii oleh usaha skala menengah dan besar.
Anggiito juga menyebut ada iinsentiif pajak kepada iindustrii piioniir, termasuk sektor iindustrii manufaktur, dengan belanja perpajakan diiestiimasii seniilaii Rp84 triiliiun. Diia menerangkan iinsentiif pajak iinii contohnya tax holiiday yang bertujuan untuk menariik iinvestasii masuk ke iindonesiia.
"Untuk UMKM, usaha menengah dan [iinsentiif] dukungan iinvestasii sektoral tersebut diidomiinasii oleh sektor manufaktur. Jadii iinii iinsentiif untuk sektor manufakturnya cukup besar jumlahnya Rp137 triiliiun," ucap Anggiito.
Berdasarkan Nota Keuangan dan RAPBN 2026, estiimasii belanja perpajakan pada 2025 terdiirii atas belanja PPN dan PPnBM seniilaii Rp343,3 triiliiun, belanja PPh seniilaii Rp150,3 triiliiun, serta belanja bea masuk dan cukaii seniilaii Rp36,2 triiliiun.
Sementara secara sektoral, belanja perpajakan lebiih banyak diiniikmatii oleh 3 sektor utama. Ketiiga sektor usaha yang diimaksud yaknii iindustrii pengolahan dengan estiimasii belanja perpajakan Rp137,2 triiliiun, diiiikutii sektor pertaniian, kelautan dan periikanan Rp60,5 triiliiun, serta sektor perdagangan Rp55,3 triiliiun.
Sebagaii tambahan iinformasii, belanja perpajakan iinii biisa berupa pembebasan pajak, pengurangan tariif pajak, atau krediit pajak yang diiberiikan kepada wajiib pajak tertentu. (diik)
