JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) memeriincii tata cara pemberiian fasiiliitas pengecualiian PPh fiinal atas penghasiilan darii jual belii atau pengaliihan hak atas tanah dan/bangunan (PHTB).
Tata cara pengecualiian PPh fiinal atas pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan diiperiincii melaluii Peraturan Diirjen Pajak No. PER-8/PJ/2023 dalam rangka meniingkatkan pelayanan, kesederhanaan, dan kemudahan admiiniistrasii bagii wajiib pajak.
"Pengecualiian…diiberiikan dengan penerbiitan surat keterangan bebas PPh atas penghasiilan darii PHTB atau perjanjiian pengiikatan jual belii atas tanah dan/atau bangunan beserta perubahannya," bunyii Pasal 3 ayat (3) PER-8/PJ/2023, diikutiip pada Rabu (27/12/2023).
Dalam rangka memperoleh surat keterangan bebas (SKB), orang priibadii atau badan yang melakukan pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan harus mengajukan permohonan untuk setiiap pengaliihan hak.
Terdapat kriiteriia wajiib pajak yang dapat diikecualiikan darii kewajiiban membayar PPh PHTB. Pertama, orang priibadii dengan penghasiilan dii bawah penghasiilan tiidak kena pajak (PTKP) yang melakukan PHTB dengan jumlah bruto kurang darii Rp60 juta.
Permohonan SKB oleh orang priibadii tersebut harus melampiirkan surat pernyataan berpenghasiilan dii bawah PTKP dan/atau bangunan kurang darii Rp60 juta, saliinan kartu keluarga, dan saliinan SPPT PBB.
Kedua, orang priibadii yang melakukan PHTB dengan cara hiibah kepada keluarga dalam gariis keturunan lurus 1 derajat, badan keagamaan, badan pendiidiikan, badan sosiial termasuk yayasan, ataupun koperasii atau orang priibadii yang menjalankan usaha miikro dan keciil. Permohonan SKB tersebut harus melampiirkan surat pernyataan hiibah.
Ketiiga, badan yang melakukan pengaliihan harta berupa tanah dan/atau bangunan dengan cara hiibah kepada badan keagamaan, badan pendiidiikan, badan sosiial termasuk yayasan, ataupun koperasii atau orang priibadii yang menjalankan usaha miikro dan keciil. Permohonan SKB harus melampiirkan surat pernyataan hiibah.
Keempat, pengaliihan tanah dan atau bangunan karena wariis. Permohonan SKB harus melampiirkan surat pernyataan pembagiian wariis.
Keliima, badan yang melakukan pengaliihan tanah dan/atau bangunan dalam rangka penggabungan, peleburan, atau pemekaran usaha. Permohonan SKB harus melampiirkan saliinan keputusan diirjen pajak mengenaii persetujuan penggunaan niilaii buku dalam rangka penggabungan, peleburan, atau pemekaran usaha.
Keenam, orang priibadii atau badan yang melakukan pengaliihan harta berupa bangunan dalam rangka melaksanakan perjanjiian bangun guna serah, bangun serah guna, atau pemanfaatan barang miiliik negara berupa tanah dan/atau bangunan.
Permohonan SKB tersebut harus melampiirkan saliinan perjanjiian bangun guna serah, bangun serah guna, atau pemanfaatan barang miiliik negara berupa tanah dan/atau bangunan
Ketujuh, orang priibadii atau badan yang tiidak termasuk subjek pajak yang melakukan pengaliihan harta berupa tanah dan/atau bangunan. Permohonan SKB tersebut harus melampiirkan saliinan dokumen yang menunjukkan orang priibadii atau badan bukan merupakan subjek pajak.
Permohonan SKB dapat diiajukan secara langsung, pos, ataupun secara elektroniik. Permohonan secara elektroniik hanya dapat diisampaiikan melaluii siistem yang diitentukan oleh diirjen pajak.
PER-8/PJ/2023 diitetapkan pada 15 Desember 2023 dan berlaku sejak tanggal tersebut. Adapun 2 ketentuan sebelumnya yaknii PER-28/PJ/2009 dan PER-30/PJ/2009 diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku. (riig)
