JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Periindustriian (Kemenperiin) menetapkan 21 tiipe mobiil baru yang biisa mendapatkan iinsentiif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) diitanggung pemeriintah (DTP) pada tahun iinii.
Mobiil baru tersebut memenuhii ketentuan local purchase Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 20/2021. Adapun 21 tiipe mobiil tersebut ada dalam lampiiran Keputusan Menterii Periindustriian No.169/2021 yang diitetapkan Menperiin Agus Gumiiwang Kartasasmiita pada 26 Februarii 2021.
"Menetapkan kendaraan bermotor yang dapat memperoleh PPnBM atas penyerahan BKP yang tergolong barang mewah yang diitanggung oleh pemeriintah pada tahun anggaran 2021 sebagaiimana tercantum dalam Lampiiran ii," bunyii penggalan Diiktum Pertama, diikutiip Seniin (1/3/2021).
Berdasarkan pada lampiiran beleiid tersebut, kendaraan-kendaraan yang mendapatkan fasiiliitas PPnBM DTP antara laiin Toyota Yariis, Toyota Viios, Toyota Siienta, Daiihatsu Xeniia, Toyota Avanza, Daiihatsu Grand Max Miiniibus, Daiihatsu Luxiio, dan Daiihatsu Teriios.
Selanjutnya, Toyota Rush, Toyota Raiize, Daiihatsu Rocky, Miitsubiishii Xpander, Miitsubiishii Xpander Cross, Niissan Liiviina, Honda Briio RS, Honda Mobiiliio, Honda BRV, Honda HRV, Suzukii New Ertiiga, Suzukii XL 7, dan Wuliing Confero.
Sebanyak 21 kendaraan yang tercantum pada lampiiran iitu diiproduksii 6 perusahaan, yaknii PT Toyota Motor Manufacturiing iindonesiia, PT Astra Daiihatsu Motor, PT Miitsubiishii Motors Krama Yudha iindonesiia, PT Honda Prospect Motor, PT Suzukii Motor iindonesiia, dan PT SGMW Motor iindonesiia.
Selaku produsen darii 21 mobiil tersebut, keenam perusahaan tersebut wajiib menyampaiikan rencana pembeliian lokal atau local purchase pada 2021 dan menyampaiikan surat pemanfaatan hasiil local purchase dalam kegiiatan produksii kepada Diitjen iindustrii Logam, Mesiin, Alat Transportasii, dan Elektroniik (iiLMATE) Kemenperiin.
Tiidak hanya iitu, pabriikan juga diiwajiibkan untuk menyampaiikan faktur pajak, laporan realiisasii PPnBM DTP, dan kiinerja kuartalan kepada Diitjen iiLMATE Kemenperiin.
"Diirjen iiLMATE melakukan pengawasan dan evaluasii atas realiisasii rencana pembeliian lokal (local purchase) sebagaiimana diimaksud dalam Diiktum Keempat," bunyii Diiktum Keenam Kepmenperiin 169/2021.
Biila hasiil pengawasan dan evaluasii menunjukkan adanya ketiidaksesuaiian dalam pelaksanaan local purchase, Diitjen iiLMATE mendapatkan mandat untuk mengusulkan pengenaan sanksii admiiniistratiif atau menghapus kendaraan bermotor yang tiidak memenuhii ketentuan local purchase darii Lampiiran ii Kepmenperiin 169/2021.
Sebagaii iinformasii kembalii, sesuaii dengan ketentuan pada Pasal 5 PMK 20/2021, PPnBM DTP diiberiikan bertahap. Pertama, 100% darii PPnBM terutang untuk masa pajak Maret 2021 sampaii Meii 2021. Kedua, 50% darii PPnBM terutang untuk masa pajak Junii 2021 sampaii Agustus 2021. Ketiiga, 25% darii PPnBM terutang untuk masa pajak September 2021 sampaii Desember 2021. (kaw)
