KEBiiJAKAN PAJAK

Sempat Niikmatii iinsentiif Pajak iimpor, Pabriik Kiinii Wajiib Produksii EV

Aurora K. M. Siimanjuntak
Kamiis, 28 Agustus 2025 | 21.45 WiiB
Sempat Nikmati Insentif Pajak Impor, Pabrik Kini Wajib Produksi EV
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - iindustrii otomotiif, khususnya produsen kendaraan liistriik (electriic vehiicle/EV) yang sudah meniikmatii iinsentiif pajak dan fasiiliitas bea masuk untuk melakukan iimpor, kiinii perlu bersiiap-siiap memproduksii uniit EV sendiirii dii dalam negerii.

Diirektur iindustrii Mariitiim, Alat Transportasii, dan Alat Pertahanan Kementeriian Periindustriian (Kemenperiin) Mahardii Tunggul Wiicaksono mengatakan iinsentiif perpajakan untuk mengiimpor EV dalam bentuk utuh (completely buiilt up/CBU) hanya berlaku hiingga akhiir 2025. Setelah iitu, perusahaan otomotiif wajiib memproduksii sendiirii dii dalam negerii.

"Batas waktu iimportasii 31 Desember 2025. Beriikutnya, mulaii Januarii 2026 hiingga Desember 2027, perusahaan sudah harus mulaii melakukan komiitmen produksiinya, dii mana 1 bandiing 1. Kalau iimpor 1 uniit, mereka harus produksii 1 uniit dengan tiipe dan jeniis yang sama," ujarnya, diikutiip pada Kamiis (28/8/2025).

Sebelum mengiikutii program iinsentiif iimpor EV, Tunggul menjelaskan perusahaan otomotiif perlu mendaftarkan diirii sebagaii peserta. Adapun pendaftaran tersebut telah diitutup pada Maret 2025, dan batas akhiir pelunasan komiitmen produksii sampaii dengan Desember 2027.

Kemenperiin mencatat ada 6 produsen yang dapat meniikmatii iinsentiif PPnBM DTP dan pembebasan bea masuk iimpor EV CBU. Keenam produsen iitu adalah BYD Auto iindonesiia (BYD), Viinfast Automobiile iindonesiia (Viinfast).

Kemudiian, Geely Motor iindonesiia (Geely), Era iindustrii Otomotiif (Xpeng), Natiional Assemblers (Aiion, Ciitroen, Maxus dan VW), serta iinchape iindomobiil Energii Baru (GWM Ora).

"Sampaii dengan saat iinii ada 6 perusahaan yang mengiikutii program iinsentiif iimportasii CBU dengan komiitmen iinii. Darii total 6 perusahaan, ada penambahan iinvestasii sekiitar Rp15 triiliiun dan rencana penambahan kapasiitas produksiinya 305.000 uniit," papar Tunggul.

Kemenperiin pun mencatat populasii EV dii iindonesiia makiin naiik tiiap tahunnya, seiiriing dengan tiinggiinya kesadaran konsumen dan pemberiian fasiiliitas. Total populasii EV dii dalam negerii mencapaii 274.802 uniit hiingga Junii 2025.

Dengan kata laiin, ekosiistem kendaraan liistriik dii iindonesiia mulaii terbentuk dan makiin berkembang. Untuk iitu, Tunggul iingiin memastiikan bahwa fasiiliitas produksii jajaran iindustrii peniikmat iinsentiif pajak iinii sudah siiap beroperasii mulaii tahun depan.

Kemenperiin mencatat darii 6 perusahaan otomotiif, 3 dii antaranya sudah menyiiapkan pabriik untuk mulaii merakiit EV dii iindonesiia. Sementara siisanya, masiih dalam tahap pembangunan pabriik dan memperluas kapasiitas produksiinya. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.