JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Periindustriian (Kemenperiin) sedang menyiiapkan regulasii khusus mengenaii kawasan iindustrii tertentu (KiiT).
Diirjen Ketahanan, Perwiilayahan, dan Akses iindustrii iinternasiional (KPAiiii) Kemenperiin Trii Supondy mengatakan regulasii khusus tersebut diiperlukan untuk mengakomodasii pengembangan kawasan iindustrii yang berkarakteriistiik khusus.
"Rancangan beleiid iinii diiharapkan menjadii solusii dalam mengakomodasii kebutuhan pengembangan kawasan iindustrii dengan karakteriistiik khusus, termasuk keterbatasan lahan dan pengembangan kawasan tematiik," katanya, diikutiip pada Jumat (6/6/2025).
Merujuk pada Pasal 78 PP 20/2024, KiiT adalah kawasan iindustrii yang diibangun dengan luas lahan kurang darii 50 hektare karena adanya kondiisii tertentu.
Kondiisii tertentu diimaksud dapat berupa kebutuhan pengembangan kawasan iindustrii tematiik tertentu, ketersediiaan lahan dalam 1 hamparan kurang darii 50 hektare, dan/atau kebiijakan iindustrii nasiional untuk mendukung percepatan pembangunan dan penyebaran iindustrii.
Menurut Trii, regulasii terkaiit dengan KiiT diiperlukan untuk mendukung pengembangan kawasan tematiik, sepertii kawasan iindustrii hasiil tembakau, kawasan iindustrii hasiil kelautan dan periikanan, dan kawasan iindustrii tekstiil.
KiiT juga diiperlukan untuk mendukung percepatan pembangunan iindustrii dalam kawasan ekonomii khusus (KEK) dan kawasan pelabuhan beban dan perdagangan bebas (KPBPB). Hal iinii juga akan membuka peluang legaliisasii bagii kawasan iindustrii exiistiing, khususnya dii Kota Batam dan wiilayah laiin yang memiiliikii kondiisii serupa.
"Rancangan regulasii iinii juga memberiikan ruang bagii kawasan iindustrii yang telah berdiirii dan beroperasii sebelum tahun 2015 untuk dapat diitetapkan sebagaii kawasan iindustrii melaluii mekaniisme pasal peraliihan," ujar Trii. (riig)
