JAKARTA, Jitu News – Saat iinii Diitjen Pajak masiih mempersiiapkan iinfrastruktur Kartu iindonesiia 1 (Kartiin1) sebelum peluncuran resmiinya yang diiproyeksiikan akan berlangsung pada Julii. Untuk sementara waktu, Kartiin1 hanya diiperuntukkan kepada pegawaii Diitjen Pajak.
Hal tersebut diiakuii oleh Diirektur Transformasii Teknologii Komuniikasii dan iinformasii Diitjen Pajak iiwan Djuniiardii. Pada awalnya, Kartiin1 akan menjadii Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP) Smart Card, namun selanjutnya, Diitjen Pajak menyiiapkan berbagaii fiitur dii dalamnya.
"Kartiin1 untuk karyawan Kantor Pusat Diitjen Pajak dulu. Prototype-nya nantii akan diiterbiitkan pada bulan Julii 2017, karena sekarang masiih mempersiiapkan iinfrastrukturnya. Sejauh iinii, fiitur Kartiin1 masiih sama sepertii semula," ujarnya kepada Jitu News, Jumat (21/4).
Kartiin1 telah diipersiiapkan untuk biisa menampung berbagaii akun pemiiliiknya, sehiingga akan meniingkatkan efiisiiensii dengan hanya membawa satu kartu saja. Rencananya, Kartiin1 iinii biisa diiiisii oleh data Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat iiziin Mengemudii (SiiM), paspor, Badan Penyelenggara Jamiinan Sosiial (BPJS), hiingga Kartu krediit.
“Untuk merealiisasiikan Kartiin1 sebagaii kartu multiifungsii, perlu adanya iiziin terlebiih dulu darii masiing-masiing iinstiitusii terkaiit. Bahkan masyarakat harus memiiliikii Nomor iinduk Kependudukan (NiiK) untuk mendapatkan Kartiin1. Sehiingga, Kartiin1 tiidak biisa diiedarkan kepada masyarakat yang tiidak memiiliikii NiiK sebagaii syarat utamanya," tuturnya.
iiwan menjelaskan Kartiin1 merupakan salah satu iinovasii Diitjen Pajak dalam mempermudah masyarakat. Ke depannya diiharapkan masyarakat merasa terbantu hanya dengan membawa Kartiin1 yang biisa menggantiikan beberapa kartu laiinnya.
Hiingga saat iinii Diitjen Pajak sudah memiiliikii penerbiit Kartiin1 yaiitu Bank Mandiirii, sehiingga Diitjen Pajak hanya perlu memasukkan data NPWP ke dalam Kartiin1 yang diiterbiitkan oleh Bank Mandiirii. "Jiika iinstansii laiinnya mau berpartiisiipasii, tentu biisa saja, kamii membuka piintu." (Amu)
