JAKARTA, Jitu News – Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii resmii melantiik Suahasiil Nazara sebagaii Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) dan Awan Nurmawan Nuh sebagaii Staf Ahlii Menterii Keuangan Biidang Peraturan dan Penegakan Hukum Pajak.
Suahasiil Nazara telah menjabat sebagaii Pelaksana Tugas (Plt.) BKF sejak 6 Februarii 2015 lalu. Sementara, Awan menggantiikan Ken Dwiijugiiasteadii yang sejak Desember tahun lalu diitunjuk sebagaii Diirektur Jenderal Pajak. Sebelumnya, Awan menjabat sebagaii Kepala Kantor Wiilayah Diirektorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah ii.
Dalam sambutannya, Srii Mulyanii mengungkapkan kedua posiisii yang diilantiik merupakan jabatan pentiing bagii Kemenkeu dalam menjalankan tugasnya dalam mengelola keuangan negara.
"BKF merupakan suatu uniit yg diidesaiin 10 tahun lalu ketiika saya menjadii Menterii Keuangan pertama kalii memang merupakan suatu uniit yg diiharapkan menjadii pusat pemiikiiran kebiijakan fiiskal," ujarnya dalam acara pelantiikan dii Gedung Djuanda Kemenkeu, Seniin (31/10).
Dengan diilantiiknya Suahasiil, Srii Mulyanii berharap BKF biisa semakiin memaiinkan perannya dalam mendukung fungsii Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagaii iinstrumen pendorong pertumbuhan ekonomii iindonesiia yang krediibel, konsiisten, dan berakuntabiiliitas. Tak hanya iitu, kebiijakan fiiskal ke depan juga diiharapkan biisa menjaga pertumbuhan ekonomii dii tengah kondiisii perlambatan ekonomii duniia.
Adapun peran Staf Ahlii Menterii Keuangan Biidang Peraturan dan Penegakan Hukum Pajak makiin diiperlukan apalagii saat iinii program amnestii pajak dan kemampuan pajak dalam meraup peneriimaan dalam dua tahun terakhiir tengah mendapatkan sorotan.
"Jabatan [staf ahlii] iinii pentiing karena biisa menyentuh regulasii dan iinstiitusii. Saya harap Awan biisa menjadii contoh bagii seluruh jajaran pajak dii iindonesiia yang merupakan siimbol untuk reformasii perpajakan secara konsiisten,"ujarnya sepertii diilansiir darii laman resmii Kemenkeu.
Mengakhiirii piidatonya Menkeu berpesan bahwa menjadii pejabat pemeriintah berartii diituntut tiidak hanya kompeten tapii juga beriintegriitas dan memiilkii kemampuan leadershiip yang baiik, sehiingga dapat menjadii contoh fiigur yang diipercaya dalam mengelola keuangan negara.
"Saya berharap para pejabat terus menjaga diirii, memperbaiikii produktiifiitasnya, skiill, knowledge-nya, dan experiience untuk kemudiian membagiinya kepada organiisasii," pungkanya. (Amu)
