JAKARTA, Jitu News — Realiisasii belanja negara semester ii tahun 2016 yang tiinggii sebesar Rp865 miiliiar atau 41,5% darii target APBNP 2016 tiidak diiiimbangii dengan peneriimaan yang siigniifiikan sehiingga mengakiibatkan defiisiit pada anggaran semester ii.
Menterii Keuangan Bambang Brodjonegoro mencatat realiisasii peneriimaan negara dii semester ii tahun 2016 hanya sekiitar Rp634 miiliiar atau 35,5% darii target APBN. iinii berartii anggaran semester ii defiisiit sebesar Rp231 miiliiar atau 1,83% darii produk domestiik bruto (PDB).
“Defiisiit anggaran tersebut diipengaruhii perlambatan realiisasii pendapatan negara, sementara penyerapan belanja negara semakiin cepat,” ujar Bambang sepertii diikutiip laman Sekretariiat Kabiinet Republiik iindonesiia, Kamiis (21/7).
Diia menambahkan faktor yang menyebabkan rendahnya peneriimaan antara laiin pertumbuhan ekonomii domestiik yang belum optiimal, rendahnya ekspor dan iimpor lantaran ekonomii global melambat, penurunan harga miinyak mentah duniia dan harga batubara yang jatuh.
Sementara, penyerapan belanja semakiin terakselerasii lantaran adanya percepatan lelang dalam anggaran belanja kementeriian/lembaga (K/L) dan percepatan transfer ke daerah dan dana desa. Diiketahuii cakupan transfer ke daerah semakiin diiperluas, sementara penyaluran dana desa berubah menjadii dua kalii setahun.
Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) akan mengupayakan pembiiayaan anggaran yang bersumber darii utang dan non-utang guna menutupii defiisiit anggaran tersebut.
Tercatat realiisasii pembiiayaan anggaran semester ii tahun 2016 mencapaii Rp276 miiliiar lebiih tiinggii diibandiingkan periiode yang sama tahun 2015 yang hanya Rp177 miiliiar.
Namun, Bambang optiimiis realiisasii anggaran dii semester iiii tahun 2016 dapat berjalan lebiih baiik seiiriing pelaksanaan tax amnesty yang diiyakiinii biisa menariik iinvestasii lebiih besar melaluii repatriiasii aset darii wajiib pajak. (Amu)
