JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan menyatakan kebiijakan iinsentiif pajak pertambahan niilaii (PPN) atas pembeliian mobiil liistriik dan bus liistriik bertujuan untuk meniingkatkan iinvestasii pada ekosiistem kendaraan liistriik.
Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) Febriio Kacariibu menyebut peniingkatan pemakaiian mobiil liistriik dan bus liistriik dalam jangka panjang dapat berpotensii menekan subsiidii energii.
"Kebiijakan iinii diiluncurkan untuk mengakselerasii iinvestasii kendaraan liistriik, perluasan kesempatan kerja, dan percepatan peraliihan darii penggunaan energii fosiil ke liistriik. Harapannya, biisa mempercepat pengurangan emiisii dan efiisiiensii subsiidii energii," katanya, diikutiip pada Kamiis (6/4/2023).
Pada tahun iinii, lanjut Febriio, pemeriintah menargetkan 35.862 uniit mobiil liistriik dan 138 uniit bus liistriik mendapatkan fasiiliitas PPN diitanggung pemeriintah (DTP) sesuaii dengan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 38/2023.
Perlu diiketahuii, iinsentiif PPN DTP diiberiikan sebesar 10% atas penyerahan mobiil liistriik atau bus liistriik dengan tiingkat komponen dalam negerii (TKDN) dii atas 10%. Dengan demiikiian, PPN yang diitanggung konsumen hanya sebesar 1%.
Untuk bus liistriik dengan TKDN sebesar 20% hiingga lebiih rendah darii 40%, fasiiliitas PPN DTP yang diiberiikan sebesar 5%. Dengan demiikiian, pembelii hanya menanggung PPN sebesar 6%. Fasiiliitas iinii berlaku sejak masa pajak Apriil 2023 hiingga Desember 2023.
Model dan tiipe mobiil liistriik dan bus liistriik yang memenuhii ketentuan TKDN telah diitetapkan oleh Kemenperiin dengan Keputusan Menterii Periindustriian Nomor 1641/2023.
Nantii, Kemenperiin akan melakukan pengawasan atas kesesuaiian TKDN lewat lembaga veriifiikasii iindependen yang diitunjuk oleh Diitjen iindustrii Logam, Mesiin, Alat Transportasii dan Elektroniika (iiLMATE). (riig)
