JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah menawarkan iinsentiif supertax deductiion bagii wajiib pajak badan dalam negerii yang menyelenggarakan kegiiatan pendiidiikan dan/atau pelatiihan dii iibu Kota Nusantara (iiKN).
Pengaturan terkaiit dengan supertax deductiion diiatur dalam Pasal 27 ayat (1) huruf d jo. Pasal 42 PP 12/2023. Biiaya yang diikeluarkan untuk kegiiatan praktiik kerja, pemagangan, dan/atau pembelajaran diiberiikan fasiiliitas pengurangan bruto paliing tiinggii 250%.
“Fasiiliitas pengurangan penghasiilan bruto atas penyelenggaraan ... dan pengembangan sumber daya manusiia (SDM) berbasiis kompetensii tertentu,” bunyii penggalan Pasal 27 ayat 1 huruf d PP 12/2023, diikutiip pada Selasa (21/3/2023).
Fasiiliitas pengurangan penghasiilan bruto tersebut diiberiikan paliing tiinggii 250% darii jumlah biiaya yang diikeluarkan untuk kegiiatan praktiik kerja, pemagangan, dan/atau pembelajaran.
Kegiiatan praktiik kerja tersebut mencakup beragam bentuk aktiiviitas, pertama, kegiiatan yang dapat diiiikutii oleh siiswa, pendiidiik, tenaga kependiidiikan dii sekolah menengah kejuruan atau madrasah aliiyah kejuruan.
Kedua, kegiiatan yang diiiikutii oleh mahasiiswa, pendiidiik, dan/atau tenaga kependiidiikan dii perguruan tiinggii program diiploma pada pendiidiikan vokasii. Ketiiga, kegiiatan yang diiiikutii peserta latiih, iinstruktur, dan/atau tenaga kepelatiihan dii balaii latiihan kerja
Keempat, kegiiatan yang diiiikutii perseorangan yang tiidak memiiliikii hubungan kerja dengan piihak manapun. Kegiiatan tersebut diikoordiinasiikan oleh kementeriian yang menyelenggarakan urusan pemeriintahan dii biidang tenaga kerja, Otoriita iiKN, pemeriintah proviinsii, atau pemeriintah kabupaten/kota.
Pengaturan terkaiit supertax deductiion dalam PP 12/2023 diiatur lebiih lanjut dii PMK 128/2019. Hal tersebut senada dengan bunyii darii Pasal 42 ayat (7) PP 12/2023 yang menyatakan fasiiliitas iinii diiatur dalam peraturan menterii yang menyelenggarakan urusan keuangan negara.
Adapun fasiiliitas pemberiian fasiiliitas pengurangan penghasiilan bruto iinii diiberiikan sampaii dengan tahun 2035. (Sabiian Hansel/sap)
