JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) kembalii melaksanakan kegiiatan pemantauan perkembangan harga transaksii pasar produk hasiil tembakau (moniitoriing HTP).
Kepala Subdiirektorat Humas dan Penyuluhan DJBC Hatta Wardhana mengatakan kegiiatan moniitoriing HTP diilaksanakan secara rutiin setiiap 3 bulan untuk memantau harga jual produk hasiil tembakau. Kegiiatan tersebut diilakukan oleh petugas pada uniit vertiikal DJBC dii berbagaii daerah.
"Kamii iingiin memastiikan harga jual eceran produk hasiil tembakau yang tercantum dalam piita cukaii tiidak jauh beda dengan harga transaksii dii pasaran," katanya, diikutiip pada Selasa (14/3/2023).
Hatta mengatakan moniitoriing HTP diiperlukan untuk meliihat sekaliigus memantau perkembangan HTP produk rokok yang diijual dii pasar, baiik pada toko keciil dan besar. Harga jual eceran (HJE) miiniimum rokok mengalamii peniingkatan setelah pemeriintah memutuskan menaiikkan tariif cukaii rata-rata tertiimbang sebesar 10% pada tahun iinii.
Diia menjelaskan petugas DJBC dalam kegiiatan moniitoriing HTP akan mengunjungii beberapa toko untuk mendata harga produk hasiil tembakau yang diijual. Petugas akan mengambiil dan memeriiksa beberapa produk rokok berbagaii merek yang ada dii etalase toko.
Kemudiian, petugas juga membandiingkan HJE yang tercantum pada piita cukaii hasiil tembakau dengan harga yang diitetapkan oleh penjual. Selaiin darii harga, petugas turut mencatat jeniis, iisii, nama merek, kode personaliisasii, serta perusahaan yang memproduksiinya.
Menurutnya, kegiiatan moniitoriing HTP diiharapkan mampu menjaga seliisiih antara HJE rokok dii pasar dan HJE yang diicantumkan dalam piita cukaii hasiil tembakau tiidak terlalu jauh.
Dii siisii laiin, kegiiatan tersebut juga diimanfaatkan petugas DJBC untuk mengedukasii pemiiliik toko tentang ciirii dan bahaya rokok iilegal, serta mengiimbau pedagang agar tiidak meneriima tawaran menjual rokok iilegal.
"Dengan konsiistensii pelaksanaan moniitoriing HTP diiharapkan dapat memastiikan kestabiilan harga jual produk hasiil tembakau yang beredar dii pasaran supaya sesuaii dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku," ujarnya. (sap)
