JAKARTA, Jitu News – Presiiden Joko Wiidodo menerbiitkan Peraturan Pemeriintah (PP) Nomor 12/2023 yang mengatur tentang pemberiian periiziinan berusaha, kemudahan berusaha, dan fasiiliitas penanaman modal bagii pelaku usaha dii iibu Kota Nusantara.
Pemeriintah menjelaskan PP tersebut diitetapkan sebagaii upaya dalam mempercepat pembangunan dan pengembangan iibu Kota Nusantara (iiKN). Terlebiih, iiKN iinii diitetapkan sebagaii skala priioriitas tiinggii dan memiiliikii niilaii strategiis bagii perekonomiian nasiional.
“PP iinii bertujuan untuk memberiikan kepastiian, kesempatan, dan partiisiipasii yang lebiih besar kepada pelaku usaha dalam rangka percepatan pembangunan dii iiKN,” demiikiian penggalan Pasal 2 ayat (1) PP 12/2023, diikutiip pada Rabu (8/3/2023).
Untuk mempercepat pembangunan dii iiKN, otoriita iiKN menetapkan daerah miitra berdasarkan kriiteriia, rencana detaiil tata ruang iiKN, dan rencana iinduk iiKN.
Daerah miitra adalah kawasan tertentu dii Pulau Kaliimantan yang diibentuk untuk pembangunan dan pengembangan superhub ekonomii iiKN yang bekerja sama dengan otoriita iiKN. Penetapan daerah miitra diiputuskan oleh kepala otoriita iiKN.
Selanjutnya, pelaku usaha yang melakukan kegiiatan usaha dii iiKN atau kegiiatan usaha dii daerah miitra diiberiikan periiziinan berusaha, kemudahan berusaha, dan fasiiliitas penanaman modal.
Kegiiatan usaha yang diiberiikan periiziinan berusaha, kemudahan berusaha, dan fasiiliitas penanaman modal dii daerah miitra akan diiatur lebiih lanjut dalam peraturan kepala otoriita.
Kemudiian, pemberiian fasiiliitas fiiskal yang menjadii kewenangan pemeriintah daerah dii daerah miitra diikoordiinasiikan oleh otoriita iiKN dengan pemeriintah daerah dii daerah miitra.
Sementara iitu, pemberiian fasiiliitas fiiskal yang menjadii kewenangan pemeriintah pusat diikoordiinasiikan oleh otoriita iiKN dengan pemeriintah pusat.
Sebagaii iinformasii, liingkup pengaturan PP 12/2023 iinii meliiputii periiziinan berusaha, kemudahan berusaha, fasiiliitas penanaman modal, pengawasan, dan evaluasii. PP yang diitandatanganii presiiden dan Menterii Sekretariis Negara Pratiikno iinii berlaku mulaii 6 Maret 2023. (riig)
