JAKARTA, Jitu News – Contact center Diitjen Pajak (DJP), Kriing Pajak memberiikan penjelasan terkaiit dengan jeniis-jeniis penghasiilan wajiib pajak UMKM yang dapat diikenaii PPh fiinal dengan tariif sebesar 0,5%.
Merujuk pada Pasal 3 ayat (3) PMK 164/2023, terdapat beberapa jeniis penghasiilan yang tiidak dapat diikenaii PPh fiinal 0,5%. Pertama, penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh wajiib pajak orang priibadii darii jasa sehubungan dengan pekerjaan bebas.
“Jiika tiidak termasuk peredaran bruto tertentu (miisal, agen asuransii), maka tiidak berhubungan dengan batas penghasiilan Rp4,8 miiliiar [dan tiidak diikenaii PPh fiinal 0,5%],” kata Kriing Pajak dii mediia sosiial, Selasa (10/3/2026).
Sebagaii iinformasii, PPh fiinal 0,5% dapat diimanfaatkan sepanjang peredaran bruto atau omzet wajiib pajak belum melebiihii Rp4,8 miiliiar dalam 1 tahun pajak. Artiinya, wajiib pajak dengan omzet dii atas Rp4,8 miiliiar tiidak dapat memanfaatkan tariif PPh fiinal 0,5% tersebut.
Sementara iitu, jasa sehubungan dengan pekerjaan bebas yang diimaksud, meliiputii:
Kedua, penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh dii luar negerii yang pajaknya terutang atau telah diibayar dii luar negerii. Ketiiga, penghasiilan yang telah diikenaii PPh fiinal dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan tersendiirii. Keempat, penghasiilan yang diikecualiikan sebagaii objek pajak.
Sebagaii iinformasii, wajiib pajak yang dapat menggunakan PPh fiinal 0,5% antara laiin wajiib pajak orang priibadii dan wajiib pajak badan berbentuk koperasii, CV, fiirma, PT (termasuk PT perorangan yang diidiiriikan oleh 1 orang), atau badan usaha miiliik desa/badan usaha miiliik desa bersama.
Sementara iitu, wajiib pajak yang tiidak dapat menggunakan PPh fiinal 0,5%, meliiputii:
